Kontribusi manufaktur Indonesia pada PDB terbesar kelima dalam G20

Indonesia hanya kalah dari China dengan sumbangan manufaktur pada PDB sebesar 29,3 persen, Korea Selatan 27,6 persen, Jepang 21 persen, dan Jerman 20,7 persen

Kontribusi manufaktur Indonesia pada PDB terbesar kelima dalam G20

JAKARTA

Kementerian Perindustrian mengungkapkan kontribusi industri manufaktur Indonesia terhadap PDB yang mencapai 20 persen menjadi yang terbesar kelima di antara negara G20.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia hanya kalah dari China dengan sumbangan manufaktur pada PDB sebesar 29,3 persen, Korea Selatan 27,6 persen, Jepang 21 persen, dan Jerman 20,7 persen.

“Industri manufaktur memegang peranan penting terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Menteri Airlangga dalam keterangan resmi, Selasa.

Menteri Airlangga mengatakan rata-rata kontribusi manufaktur dunia saat ini sekitar 15,6 persen dan sudah tidak ada satu negarapun yang memiliki pertumbuhan manufaktur di atas 30 persen.

Menurut dia, jika dibandingkan era tahun 90-an ketika kontribusi manufaktur Indonesia yang saat itu menyentuh angka 30 persen, tetapi PDB Indonesia secara keseluruhan baru USD95 miliar.

“Sekarang 20 persen itu dari USD1000 triliun. Jadi tentu magnitude-nya berbeda. Dulu sekitar USD300 miliar, saat ini skalanya sudah naik 10 kali,” papar Menteri Airlangga.

Menteri Airlangga membantah apabila Indonesia dikatakan sebagai negara yang mengalami deindustrialisasi.

Apalagi, saat ini Indonesia masuk dalam 16 besar negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia.

“Karena pertumbuhan ekonomi dan kontribusi industri kita bagus, maka Indonesia menjadi country partner di Hannover Messe pada tahun 2022,” imbuh dia.

Menteri Airlangga mengatakan Indonesia menjadi negara ASEAN pertama yang dipercaya sebagai mitra resmi penyelenggaraan pameran teknologi manufaktur terbesar di dunia tersebut.

“Inipun merupakan salah satu bentuk pengakuan Indonesia yang semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu kekuatan industri dunia,” tegas Menteri Airlangga.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan, selama ini sektor industri manufaktur memberikan kontribusi besar terhadap PDB nasional dengan rata-rata kontribusi 21,3 persen dalam 4 tahun terakhir.

“Artinya, industri tetap menjadi kontributor tertinggi dalam pendapatan nasional. Maka itu, kita terus pacu pengembangan sektor manufaktur,” ucap Wapres.

Oleh karena itu, dia menegaskan sudah saatnya industri nasional perlu memanfaatkan teknologi yang berkembang saat ini dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA