Konsumen Indonesia paling suka riset produk

Penjualan barang-barang premium di toko online melonjak di seluruh dunia

Konsumen Indonesia paling suka riset produk

JAKARTA

Konsumen di Indonesia paling peduli dengan produk-produk yang akan mereka beli dengan melakukan riset terlebih dahulu,” ujar lembaga riset Nielsen dalam pernyataan pers, Selasa.

Rusdy Sumantri, Direktur Consumer Insight Nielsen Indonesia mengatakan konsumen Indonesia juga mempertimbangkan rekomendasi dari rekan atau keluarganya dalam membeli produk baru.

“Kebiasaan melakukan riset - yang kebanyakan dilakukan dengan cara browsing internet - sebelum membeli produk, lebih banyak dilakukan konsumen Indonesia jika dibandingkan dengan konsumen negara lain di Asia Pasifik,” ujar dia.

“Demikian juga dengan pengaruh dari iklan online terhadap keputusan membeli. Ini menunjukkan bahwa pengaruh kanal online terhadap perilaku belanja konsumen di Indonesia semakin meningkat.”

Menurut dia, produsen produk premium harus jeli untuk memanfaatkan kanal online untuk menarik konsumen mereka.

Riset Nielsen juga menunjukkan bahwa konsumen-konsumen produk premium seluruh dunia kini mulai menggunakan toko-toko online untuk mendapatkan barang yang diinginkannya, ujar.

Dalam studi Changing Consumer Prosperity, Nielsen menemukan makin banyak konsumen di seluruh dunia yang berbelanja secara online ke e-commerce lokal untuk produk-produk premium (45 persen pada 2018 naik 6 point dibanding 2016).

Selain itu, hampir seperempat konsumen membeli produk-produk premium dari e-commerce luar negeri (24 persen, naik 5 poin vs 2016).

Menurut Nielsen, toko-toko terus menghasilkan penjualan dari tiga dari lima konsumen (60 persen) di dalam negeri.

Sementara itu, 15 persen konsumen mengatakan mereka bepergian ke luar negeri untuk membeli produk premium, dengan alasan karena pengalaman pribadi dan perhatian yang didapatkan selama di dalam toko.

Konsumen di India, Turki dan Indonesia (masing-masing 72 persen, 66 persen dan 58 persen) adalah yang paling mungkin berbelanja online secara lokal untuk produk-produk premium.

Sementara konsumen di Hong Kong (38 persen), Kroasia (36 persen) dan Serbia (36 persen) adalah yang paling cenderung bepergian ke luar negeri untuk berbelanja barang-barang premium, ujar Nielsen.

“Faktor-faktor utama yang dicari konsumen di seluruh dunia dari produk premium adalah kualitas yang unggul (56 persen), kinerja (51 persen), desain (43 persen), pengalaman (42 persen) dan merek (42 persen).

Menurut Nielsen, kategori produk teratas di mana konsumen paling bersedia untuk membeli barang-barang premium adalah elektronik (42 persen), Pakaian (40 persen), Kosmetik (31 persen) dan protein seperti susu serta daging (masing-masing 30 persen dan 29 persen).

Studi ini juga menunjukkan bahwa konsumen online Indonesia bersedia membayar lebih mahal untuk produk premium pada kategori elektronik pribadi seperti komputer, ponsel, tablet, alat baca.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA