Kerugian Ekonomi Akibat Kabut Asap Melebihi Rp20 Trilyun

Bencana kebakaran hutan dan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan membawa kerugian secara ekonomi melebihi Rp20 trilyun. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan angka itu didasa

Kerugian Ekonomi Akibat Kabut Asap Melebihi Rp20 Trilyun

FOKUSJabar.com: Bencana kebakaran hutan dan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan membawa kerugian secara ekonomi melebihi Rp20 trilyun. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan angka itu didasarkan pada data tahun lalu. Seperti dilansir BBC, Jumat (18/9/2015), kerugian akibat kabut asap 2014 yang dihitung selama tiga bulan, dari Februari sampai April hanya dari Provinsi Riau, mencapai Rp20 trilyun. Jika dilihat dari jumlah wilayah yang terkena dampak serta tingkat keparahan kabut asap yang terjadi tahun ini, Sutopo memperkirakan jumlah kerugian lebih besar dibanding tahun lalu. "Ya pasti. Kalau melihat skalanya lebih luas, pasti lebih tinggi (kerugiannya). Pada 2014 terkonsentrasi terutama di Riau, sekarang lebih meluas penyebaran asapnya di Sumatera dan Kalimantan. Saya lagi menghitung ini (kerugiannya)," kata Sutopo kepada BBC. [caption id="attachment_165322" align="aligncenter" width="735"] Bencana kebakaran hutan dan kabut asap di Sumatera dan Kalimantan membawa kerugian secara ekonomi melebihi Rp20 trilyun (greencpeace)[/caption] Kebakaran hutan dan lahan serta kabut asap tahun ini terjadi di Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Kerugian suatu daerah, menurut Sutopo, bisa dilihat dari jumlah penerbangan yang gagal terbang, hotel, industri makanan, kontrak bisnis yang batal, atau berkurangnya wisatawan. Namun angka kerugian finansial ini belum memasukkan elemen kerugian dari sisi pengeluaran atau dampak kesehatan, hilangnya keanekaragaman hayati, atau perhitungan emisi gas rumah kaca. "Parah-parahnya (kabut asap) mulai 1 September. Hitungan saya lebih dari Rp20 triliun dibanding 2014," pungkas Sutopo. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA