Kerajinan Indonesia tetap diminati di Jepang

Indonesia masih jadi pemasok kerajinan tangan terbesar kelima di Jepang, setelah China, Vietnam, Filipina, dan Thailand

Kerajinan Indonesia tetap diminati di Jepang

Masyarakat Jepang hingga kini tetap menyukai produk kerajinan tangan asal Indonesia yang disebut sebagai produk yang bagus tapi murah harganya.

Seiji Igarashi, salah satu importir dan pemasok produk-produk asal Indonesia, pemilik perusahaan “Bali Paradise” mengatakan setiap bulan dia mengimpor satu kontainer produk kerajinan Indonesia selama 11 tahun.

"Peminatnya itu perorangan maupun badan usaha seperti restoran, hotel, dan spa," kata Igarashi saat menerima Atase Perdagangan Tokyo di kantornya yang bernuansa Bali di kawasan Machida, Yokohama, Jepang, Jumat.

"Produk Indonesia itu bagus dan harganya bersaing. Selain itu, sifat kekeluargaan dan kehangatan masyarakat Indonesia lah yang membuat saya selalu suka untuk selalu berbisnis dengan orang Indonesia."

Total ekspor produk kerajinan tangan Indonesia ke Jepang pada 2018 tercatat senilai USD28,17 miliar.

Meski angkanya terlihat besar, namun Indonesia sebenarnya berada di posisi kelima pemasok produk kerajinan tangan setelah China, Vietnam, Filipina, dan Thailand.

Setelah mengimpor, Bali Paradise mendistribusikan produknya ke seluruh Jepang melalui tujuh distributor utamanya. Pelanggannya adalah hotel, restoran, spa, ritel, maupun perorangan.

Pesaing utama produk Indonesia adalah furnitur kayu asal Vietnam, ujar Igarashi.

Produk yang diminati adalah kerajinan tangan berukuran kecil-kecil dan unik.

Kini, Bali Paradise sedang mencari pemasok lain dari luar Bali dengan produk yang baru untuk mendukung ekspansi pasar di Jepang.

Pada 2018, nilai perdagangan Indonesia-Jepang tercatat senilai USD37,44 miliar dengan neraca perdagangan surplus bagi Indonesia sebesar USD1,49 miliar.

Pada periode Januari-Juni 2019, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD15,66 miliar dengan neraca surplus senilai USD336 juta.

Ekspor Indonesia ke Jepang pada 2018 tercatat senilai USD19,47 miliar terdiri dari ekspor migas senilai USD3,16 miliar dan ekspor nonmigas senilai USD 16,31 miliar. Nilai impor Indonesia dari Jepang tercatat senilai USD 17,98 miliar.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA