Kebijakan BI tetap prudent untuk jaga capital inflow

BI terus berupaya menjaga aliran modal masuk agar dapat bersifat permanen untuk mendanai defisit pada transaksi berjalan

Kebijakan BI tetap prudent untuk jaga capital inflow

JAKARTA 

Bank Indonesia menekankan untuk tetap menerapkan kebijakan secara prudent agar bisa menarik aliran dana asing masuk.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan kebijakan yang dimaksud adalah terkait penetapan suku bunga kebijakan.

Menurut dia, BI akan melihat kondisi defisit transaksi berjalan (CAD) pada triwulan I dan II tahun ini terlebih dahulu.

“The Fed pun begitu dalam menaik turunkan suku bunga selalu melihat data dan situasi global,” tegas Mirza dalam peresmian pembangunan Indonesia Financial Center di Jakarta, Selasa.

Mirza menekankan BI terus berupaya menjaga aliran modal masuk agar dapat bersifat permanen untuk mendanai defisit pada transaksi berjalan.

“Kita tidak mau CAD dibiayai dari cadangan devisa. Kita harus pastikan aliran modal asing masuk terus menerus,” lanjut dia.

Mirza menambahkan Indonesia harus mengubah defisit pada transaksi berjalan menjadi surplus seperti yang sudah dilakukan Malaysia dan Thailand.

Pada tahun ini BI menargetkan CAD dapat ditekan ke level 2,5 persen dari PDB. Mirza berharap level CAD sebesar 2,5 persen dari PDB bisa dicapai pada triwulan I tahun ini.

“Yang terpenting adalah harus ada aliran modal yang masuk untuk membiayai CAD,” imbuh Mirza.

Dia menyontohkan masuknya aliran modal asing pada triwulan IV tahun lalu cukup membantu membuat neraca pembayaran Indonesia pada triwulan IV lalu menjadi surplus.

Mirza menjelaskan untuk menekan CAD, defisit perdagangan barang dan jasa harus bisa dikendalikan, selain berharap pada masuknya aliran modal asing.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA