Januari-April, raihan ekspor Indonesia turun 9,39 persen

Ekspor Indonesia ke China, AS, dan Jepang kompak turun, dan bisa semakin turun dengan adanya perang dagang babak baru antara AS - China

Januari-April, raihan ekspor Indonesia turun 9,39 persen

JAKARTA 

Ekspor Indonesia selama periode Januari-April tahun ini mencapai USD53,2 miliar. Pencapaian ini belum menunjukkan kinerja yang diharapkan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia pada kurun waktu tersebut lebih rendah 9,39 persen dari periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai USD58,72 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, seluruh sektor ekspor mengalami pelambatan dalam empat bulan pertama tahun ini.

“Sektor migas turun 18,18 persen dari USD5,17 miliar pada Januari-April tahun lalu menjadi USD4,23 miliar pada tahun ini,” ungkap dia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Selanjutnya sektor pertambangan dan lainnya juga turun 12,26 persen dari USD9,75 miliar pada Januari-April 2018 menjadi USD8,55 miliar pada Januari-April 2019.

Kemudian ekspor industri pengolahan pada Januari-April tahun ini lebih jelek 7,83 persen dari periode sama tahun lalu atau nilai ekspornya turun dari USD42,73 miliar menjadi USD39,39 miliar.

“Ekspor pertanian juga turun 3,29 persen dari USD1,07 miliar menjadi USD1,04 miliar selama periode Januari-April kali ini,” tambah Suhariyanto.

Tiga negara tujuan utama

Selama periode tersebut, ekspor terbesar Indonesia dilakukan dengan tujuan China sebesar USD7,27 miliar atau 14,85 persen dari total ekspor.

Namun ekspor ke China mengalami penurunan dari periode sama tahun lalu yang masih sebesar USD8,16 miliar.

Adapun ekspor ke Amerika Serikat, dengan tujuan ekspor terbesar kedua, juga mengalami penurunan dari USD5,85 miliar pada tahun lalu menjadi USD5,54 miliar pada tahun ini. Porsi ekspor Indonesia ke AS sebesar 11,32 persen dari total ekspor, sepanjang Januari-April.

Selanjutnya, Jepang menjadi negara tujuan ekspor terbesar ketiga dengan nilai USD4,45 miliar pada Januari-April tahun ini. Ekspor ke Jepang juga turun dari USD5,47 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

“Tahun ini tantangan pada perdagangan global semakin sulit dengan adanya ancaman perang dagang dan menurunnya pertumbuhan ekonomi negara tujuan ekspor,” tambah dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA