Ini Cara Bisnis Sambil Lestarikan Budaya

Berawal dari kebiasaanya memakai batik setiap hari Jumat, mantan Duta Batik Jawa Barat, Trendi Kristiandi kini memiliki butik fashion batik bernama Circle Horse. caption id attachment 44511 align aligncenter width 460 Trendi Kristiandi(Foto Wa

Ini Cara Bisnis Sambil Lestarikan Budaya

Oleh: Arbi Sujarwo BANDUNG,FOKUSJabar.com: Berawal dari kebiasaanya memakai batik setiap hari Jumat, mantan Duta Batik Jawa Barat, Trendi Kristiandi kini memiliki butik fashion batik bernama Circle Horse. [caption id="attachment_44511" align="aligncenter" width="460"] Trendi Kristiandi(Foto: Wahid Arbi)[/caption]   Kecintaan pria kelahiran Bandung, 6 September 1989 ini terhadap batik, ternyata bukan pada saat dirinya dinobatkan menjadi duta batik, namun jauh sebelum itu, dia diharuskan memakai batik oleh ayahnya setiap hari Jumat. Dari kebiasannya tersebut, rekannya menyarankan agar Trendi mengikuti pemilihan Duta Batik se-Jawa Barat tahun 2010 silam. Dari situ dia pun terpilih menjadi juara favorit. "Saya merasa bangga karena bisa menjadi Duta Batik. Saya suka dengan batik sudah sejak kecil. Kalau tidak pakai batik, rasanya malu sebagai orang Indonesia," kata Trendi, Kamis (30/5). Lulusan D3 Universitas Padjajaran pada tahun 2010, dia melanjutkan studinya ke James Cook University, Singapura dan mendapat gelar Bachelor of Business pada 2012 dan Trendi pun pulang lagi ke Bandung. Dirinya mengaku, awal ide program melestarikan budaya batik dengan mengkombinasikan tren mode zaman ini tercetus saat presentasi kuliah di Singapura. Tanpa diduga idenya diterima dan jadi master plan, rekannya dari Indonesia yang kuliah di Singapura pun setuju dengan ide tersebut. Oktober 2012 Trendi pun mencoba mengimplementasikannya. Dia melakukan survey bahan baku dan penelitian tentang batik. "Dari berbagai bahan seperti jeans, katun dan lainnya, saya desain dan kolaborasikan dengan corak batiknya," kata Trendi. Barulah pada Mei 2013, anak sulung dari tiga bersaudara itu berani memasarkan produknya yang diberi nama Circle Horse yang berarti selalu menyambung dan tidak pernah putus. Sedangkan Horse, adalah hewan kuda yang memiliki tenaga yang sangat besar. "Jadi maksudnya adalah, bisnis yang saya tekuni saat ini harus kuat dan terus berputar," terangnya Batik ini dinilainya sebagai usaha yang akan berputar, selain ikut melestarikan budaya khas Indonesia. Salah satunya dengan fesyen, gimana batik dapat diminati dan dibeli sama anak-anak muda. Trendi pun memasukan empat corak batik di setiap produknya, yakni batik Jogja, Kalimantan, Garut dan Solo. Meski demikian, tak lantas semuanya dicampur aduk ke dalam satu produk. "Saya harus cocok-cocokin mana corak batik yang pas dan sesuai dengan bahan dan juga model produk," terangnya. Cicle Horse memproduksi celana jeans, sepatu hand made, kemeja, polo shirt, serta kaos yang selalu ada corak batiknya. Harga satu celana jeans bercorak batik misalnya mencapai Rp 450-500 ribu. "Harga tergantung bahan dan corak batiknya juga. Kalau pakai batik tulis biasanya lebih mahal," paparnya. Meski terbilang baru, namun melalui internet produk Circle Horse sudah tersebar di Bandung, Surabaya, Bali, bahkan, Singapura. "Via online juga. Kalau toko ya di sini, jalan Lengkong 49," pungkasnya (JAT)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA