Industri penerbangan mencari titik keseimbangan baru

Indonesia memiliki jumlah masyarakat kelas menengah yang terus tumbuh sehingga transportasi udara masih akan mengambil peran yang signifikasn sebagai pilihan masyarakat

Industri penerbangan mencari titik keseimbangan baru

JAKARTA 

Dinamika harga tiket pesawat membuat industri dirgantara ini akan mencari titik keseimbangan baru untuk dapat terus mengalami pertumbuhan, kata praktisi bisnis penerbangan.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan sebagai pengelola bandara, pihaknya harus bisa memprediksi arah perkembangan industri penerbangan ke depannya.

“Kami percaya industri ini masih akan tumbuh karena populasi penduduk Indonesia yang besar dan wilayah yang luas,” ungkap dia di Jakarta, Senin.

Awaluddin mengatakan Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup baik serta jumlah masyarakat kelas menengah yang terus tumbuh sehingga transportasi udara masih akan mengambil peran yang signifikasn sebagai pilihan masyarakat.

“Di internal perusahaan, kami terus berinovasi sehingga revenue stream kita tidak hanya bergantung pada aero revenue stream saja,” lanjut Awaluddin.

Menurut dia, selama ini AP II sangat bergantung pada tiga pokok bisnis, antara lain aero, nonaero, dan kargo.

Saat ini, AP II mulai mengembangkan addition revenue stream nonaero untuk menyikapi dinamika industri penerbangan saat ini dengan mengembangkan konsep bisnis beyond core.

“Dua pilar besar ini mulai tahun ini sudah berkembang dengan cara-cara tidak hanya sebatas menumbuhkan pendapatan secara organik, tapi juga inorganik,” urai Awaluddin.

Dia mengungkapkan perusahaan mulai mempertimbangkan masuk ke area-area nonaero dengan cara yang tidak biasa dan lebih akseleratif.

“Addition revenue stream kita lakukan melalui strategic partnership, merger dan akuisisi, serta pengembangan bisnis baru,” lanjut dia.

Angkasa Pura II tahun ini menargetkan pendapatan sebesar Rp11,4 triliun dengan Rp500 miliar berasal dari addition revenue dengan cara inorganik.

“Kita mulai pertimbangkan APII bukan sebagai perusahaan airport operator saja, tapi masuk ke daya inovasi bisnis dan pengembangan produk serta jasa ke depannya,” imbuh Awaluddin.

AP II pada tahun ini menganggarkan belanja modal sebesar Rp14 triliun dengan Rp1,7 triliun di antaranya untuk mendorong addition revenue secara inorganik.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA