Industri kimia hilir sumbang 1,19 persen dari PDB

Sektor industri barang kimia dan barang dari bahan kimia tumbuh 10,4 persen pada semester pertama tahun 2019

Industri kimia hilir sumbang 1,19 persen dari PDB

Kementerian Perindustrian menyampaikan industri kimia hilir telah memberikan kontribusi yang cukup signfikan terhadap perekonomian nasional.

Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Abdul Rochim mengatakan nilai PDB sektor tersebut pada paruh pertama tahun ini mencapai Rp91,7 triliun dan menyumbang sekitar 1,19 persen terhadap ekonomi nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri barang kimia dan barang dari bahan kimia menunjukkan kinerja yang positif terlihat dari laju pertumbuhan pada semester pertama tahun 2019 yang mencapai 10,4 persen.

Angka ini melonjak drastis dibanding periode yang sama di tahun 2018, dengan kondisi -7,82 persen.

Rochim menilai sektor tersebut mampu meningkatkan nilai tambah bahan baku dalam negeri serta menambah penyerapan tenaga kerja serta penerimaan devisa.

“Untuk itu, kami terus giat mendorong pengembangan industri kimia hilir nasional karena membawa manfaat bagi kemajuan bangsa Indonesia dan memacu pertumbuhan ekonomi kita,” kata Rochim dalam keterangan resmi, Rabu.

Rochim menegaskan pemerintah sedang fokus menumbuhkan industri kimia karena menjadi salah satu sektor prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0 untuk semakin memperkuat dan memperdalam struktur manufaktur serta menciptakan industri yang terintegrasi dari hulu sampai hilir.

“Oleh karenanya, kami ingin mewujudkan industri kimia hilir nasional yang berdaya saing global menuju era industri 4.0,” ujar dia.

Rochim menambahkan secara keseluruhan industri kimia hilir nasional saat ini telah mampu memenuhi kebutuhan untuk pasar domestik hingga 80 persen.

Dia menjelaskan produk industri kimia hilir secara garis besar terbagi menjadi tiga, yaitu produk karet, plastik, dan produk farmasi, kosmetik dan obat tradisional, serta produk kimia hilir lainnya yang mencakup produk pelumas, cat, kimia pembersih, alat pemadam api ringan, produk pewangi ruangan, adhesive, dan produk turunan kimia lainnya.

Sementara itu, Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kemenperin Taufiek Bawazier menyampaikan pemerintah semakin aktif menarik investasi di sektor industri kimia untuk memacu kapasitas produksi dan menghasilkan produk substitusi impor.

“Contohnya, pemerintah akan menumbuhkan kembali aromatic center di Tuban. Ini perlu investasi yang besar,” ungkap Taufiek.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA