Indonesia teken kerja sama promosi pariwisata dengan Visa

Kerja sama ini mencakup promosi destinasi wisata di jaringan global Visa dan mempercepat adopsi pembayaran elektronik di destinasi wisata

Indonesia teken kerja sama promosi pariwisata dengan Visa

JAKARTA

Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan perusahaan teknologi global Visa untuk mempromosikan destinasi wisata Indonesia kepada wisatawan mancanegara.

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan Visa berpotensi memperluas rekam jejak kampanye pariwisata Indonesia karena memiliki jaringan global di sekitar 200 negara.

Selain itu, kerja sama ini diharapkan bisa mendorong peningkatan devisa dari sektor pariwisata.

Pemerintah menargetkan devisa dari sektor pariwisata pada tahun ini berkisar USD17,6 miliar hingga USD18 miliar. Selain itu, pemerintah menargetkan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara.

Jika target tersebut terpenuhi, maka sektor pariwisata akan menyumbang devisa terbesar bagi Indonesia melebihi sektor kelapa sawit.

“Sinergi ini pasti menguntungkan kedua pihak, Wonderful Indonesia akan menerima manfaat lebih global, kita gunakan global network Visa. Diharapkan ini dapat meningkatkan devisa di sektor pariwisata,” ujar Arief dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan Visa telah terkoneksi dengan 15 ribu institusi finansial sehingga promosi pariwisata Indonesia bisa dilakukan melalui jaringan tersebut.

Selain itu, kerja sama ini juga bertujuan mempercepat adopsi pembayaran elektronik di lingkup pariwisata Indonesia.

Riko mengatakan tingkat penerimaan merchant lokal terhadap pembayaran digital masih rendah, termasuk di Bali yang merupakan destinasi favorit wisatawan mancanegara.

Transaksi digital sejauh ini baru tersedia di mechant berskala besar, sedangkan untuk merchant berskala kecil masih mengandalkan transaksi tunai.

“Wisatawan menggunakan kartu untuk pembayaran hotel atau maskapai, begitu sampai destinasi mereka mencoba menggunakan kartu tapi kendalanya acceptance di Indonesia masih kurang,” ujar Riko.

Visa akan memberikan insentif berupa penyediaan mesin electronic data capture (EDC) yang memungkinkan transaksi nirsentuh (contactless) untuk merchant kecil.

“Wisatawan dari Australia dan Singapura itu sudah contactless semua kartunya. Kalau sudah ada contactless jauh lebih cepat dan aman,” ujar Riko.

Selain itu, Visa akan mendukung pengembangan sektor pariwisata Indonesia melalui data analytics terkait sifat dan perilaku wisatawan mancanegara.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA