Indonesia siapkan uji coba biodiesel 30 persen

Implementasi B20 sudah banyak mendorong konsumsi minyak kelapa sawit domestik

Indonesia siapkan uji coba biodiesel 30 persen

JAKARTA 

Indonesia menyiapkan uji coba penggunaan biodiesel 30 persen (B30/ Bahan Bakar Nabati untuk campuran solar sebesar 20 persen) pada kendaraan darat setelah menjadi pionir implementasi B20.

"Tidak ada negara di mana pun yang menggunakan B20, kecuali Indonesia. Kita yang memulai, kita melakukan uji coba, kita juga yang mengimplementasikan,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana dalam siaran persnya.

Sebelum diimplementasikan untuk kendaraan, B30 akan melalui berbagai macam uji standar internasional.

Menurut Dadan, setelah mandatori biodiesel ditetapkan sejak 2016, dari tahun ke tahun produksi dan pemanfaatan biodiesel terus meningkat.

Konsumsi domestik diharapkan meningkat melalui perluasan B20 Non PSO (public service obligation), ujar Dadan.

Kementerian ESDM mencatat, pada 2018 konsumsi domestik naik 45 persen atau sekitar 3,75 juta kilo liter dibandingkan 2017.

Keberhasilan implementasi B20 ini tak lepas dari upaya Pemerintah memberikan insentif dana Sawit untuk menutup selisih antara Harga Indeks Pasar (HIP) Biodiesel dengan HIP Solar.

Menurut Dadan, pemerintah melakukan berbagai pengujian termasuk studi komprehensif uji kinerja/uji jalan serta pemantauan kualitas/kuantitas atas penggunaan B20.

Pemerintah secara berkala melakukan pemantauan dan evaluasi intensif terhadap pencampuran biodiesel yang dilakukan.

Pemerintah juga menetapkan sanksi administratif dan denda bagi distributor biodiesel dan distributor bahan bakar diesel yang gagal mematuhi peraturan yang ditetapkan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA