Indonesia optimistis India gabung RCEP

Menteri Perdagangan Indonesia Agus Suparmanto mengatakan pada dasarnya India tidak menolak atau menerima kerja sama tersebut

Indonesia optimistis India gabung RCEP

Pemerintah Indonesia optimistis India akan tetap terlibat dengan kerja sama Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Menteri Perdagangan Indonesia Agus Suparmanto mengatakan pada dasarnya India tidak menolak atau menerima kerja sama tersebut.

Sebab menurut dia masih ada sejumlah poin dalam kerja sama tersebut yang belum diselesaikan.

"Akan memakan waktu. Kita juga tidak menentukan waktunya, karena nanti mudah-mudahan tahun depan ada perkembangan yang lebih baik," ujar Agus Suparmanto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu.

Menurut dia, perundingan dengan India masih terbuka.

"India dalam acara [ASEAN Summit] kemarin, itu menandakan keseriusan dia untuk bergabung. hanya saja, dia akan melihat kepentingan domestiknya karena di sini, 15 negara kan sudah banyak yang masuk, besar scope-nya. Dan apabila India masuk, merupakan yang terbesar Free Trade Agrement di dunia," jelas dia.

Sebanyak 15 negara dalam perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) telah menyepakati negosiasi berbasis teks (text-based negotiation) yang berisi 20 bab dan isu esensi akses pasar dan hanya menyisakan India yang belum sepakat.


Dalam pernyataan bersamanya, para pemimpin dalam KTT ketiga RCEP di Bangkok menyebutkan setelah ini akan dilakukan tahap legal scrubbing untuk ditandatangani dalam pertemuan KTT ASEAN di Vietnam pada 2020.

Ke-15 negara yang telah menyepakati text-based negotiation tersebut antara lain 10 negara ASEAN, China, Korea Selatan, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

Sementara India masih memiliki masalah signifikan yang belum terselesaikan.

Namun, ke-15 negara yang berpartisipasi dalam RCEP akan bekerja sama menyelesaikan masalah tersebut dengan cara saling menguntungkan.

“Keputusan akhir India akan tergantung pada solusi yang terbaik dari masalah tersebut,” bunyi pernyataan bersama tersebut di Bangkok, Senin.

Sementara itu banyak media yang menyatakan India menolak untuk terlibat dalam RCEP

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA