Indonesia musnahkan 21 kapal ikan ilegal di Kalimantan Barat

Sejak bulan Oktober 2014 Indonesia sudah memusnahkan 556 kapal ikan asing ilegal

Indonesia musnahkan 21 kapal ikan ilegal di Kalimantan Barat

Indonesia memusnahkan 21 kapal ikan asing ilegal, Senin.

Pemusnahan itu dilakukan pemerintah melalui Satuan Tugas Pemberantasan Penangkapan Ikan Secara Ilegal (Satgas 115).

Tindakan tersebut sebagai upaya mendukung Kejaksaan Agung dalam melaksanakan eksekusi putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) atas kapal-kapal ikan asing (KIA) pelaku illegal fishing.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan sebanyak 18 Kapal Perikanan Asing (KIA) ilegal yang terdiri dari 16 kapal berbendera Vietnam dan 2 kapal berbendera Malaysia dimusnahkan dengan cara ditenggelamkan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Sementara sebelumnya pada tanggal 4 Oktober 2019, sebanyak 3 kapal telah dimusnahkan di Sambas dengan cara dihancurkan dan mesinnya ditenggelamkan.

“Hal ini karena ketiga kapal asing berbendera Vietnam tersebut sudah rusak, sehingga tidak memungkinkan untuk ditenggelamkan,” jelas Menteri Susi dalam keterangan resmi, Senin.

Pemusnahan 21 kapal ini merupakan rangkaian dari rencana pemusnahan 42 kapal ikan ilegal yang dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap dari lembaga peradilan.

Dengan dimusnahkannya 21 kapal ini, maka jumlah kapal barang bukti tindak pidana perikanan yang sudah dimusnahkan sejak bulan Oktober 2014 sampai dengan saat ini bertambah menjadi 556 kapal.

Jumlah tersebut terdiri dari 321 kapal berbendera Vietnam, 91 kapal Filipina, 87 kapal Malaysia, 24 kapal Thailand, Papua Nugini 2 kapal, China 3 kapal, Nigeria 1 kapal, Belize 1 kapal, dan Indonesia 26 kapal.

Penenggelaman kapal pelaku illegal fishing dilakukan dengan mengacu pada Pasal 76A UU No. 45/2009 tentang Perubahan atas UU No 31/2004 tentang Perikanan.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA