Indonesia kirim limbah kayu ke Korea Selatan

Sawdust kayu sengon dimanfaatkan sebagai ‘animal bedding’. Sedangkan wood chips digunakan sebagai media budidaya jamur

Indonesia kirim limbah kayu ke Korea Selatan

Indonesia mengirimkan limbah pengolahan kayu sengon berupa serbuk gergaji (sawdust) dan serpihan kayu (wood chips) ke Korea Selatan.

Direktur Pengembangan Produk Ekspor Kementerian Perdagangan Ari Satria mengatakan ekspor produk ini adalah hasil kejelian pengusaha Indonesia menangkap peluang bisnis.

Sawdust kayu sengon dimanfaatkan sebagai ‘animal bedding’. Sedangkan wood chips digunakan sebagai media budidaya jamur.

Produk ini diimpor oleh Saat ini Inakor, yang sudah bisa mendatangkan sawdust kayu Sengon asal Indonesia sebanyak 48 kontainer atau 10.000 ton per tahun.

“Siapa sangka limbah pengolahan kayu sengon ternyata diminati di Korea Selatan,” ujar dia.

Inakor saat ini juga mengimpor peralatan dapur dan peralatan makan dari kayu dengan merek Indonesia “Oesing Craft” dari Banyuwangi yang sudah terdaftar di Korea Selatan.

Produk itu sudah memenuhi standar Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dan sertifikasi ‘food grade’ dari Ministry of Food and Drugs Safety Korea Selatan.

“Jumlah impornya sebanyak satu kontainer per bulan. Kerajinan kayu dan produk dapur prospeknya bagus. Masyarakat Korea Selatan gemar produk-produk tersebut,” kata CEO Inakor Hartono.

Inakor juga sedang mengimpor sandal jepit merek asal Indonesia ke Korea Selatan. Produk lain yang memiliki nilai jual yang menjanjikan di pasar Korea adalah sedotan dari bambu yang ramah lingkungan.

Pesaing Indonesia di pasar Korea Selatan adalah adalah Filipina dan Vietnam. Namun Indonesia unggul dalam kualitas dan konsistensi kualitasnya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA