Indonesia fokus buka akses pasar untuk ekspor

Upaya ini diharapkan akan memperbaiki kinerja ekspor yang melempem pada 2018

Indonesia fokus buka akses pasar untuk ekspor

JAKARTA

Indonesia akan fokus untuk meningkatkan kinerja ekspor pada 2019 dengan memperluas akses pasar melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan beberapa perjanjian perdagangan yang sedang fokus untuk diselesaikan antara lain Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) yang melibatkan negara-negara ASEAN dan enam negara mitranya.

“Ini akan diselesaikan pada 2019 sesuai amanat para pemimpin ASEAN,” jelas Menteri Enggar dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Selain itu, dalam setiap kunjungan untuk membahas perjanjian perdagangan, Menteri Enggar mengatakan juga akan disertai dengan misi dagang.

“Saya tidak mau hanya ada pembicaraan formal dengan mitra saja, tapi kita juga akan bawa pengusaha untuk selenggarakan forum bisnis dan business matching,” ungkap dia.

Menteri Enggar mengatakan dengan adanya forum bisnis akan menghasilkan lebih banyak transaksi langsung dan juga tindak lanjutnya.

Dari sisi suplai produk, dia mengatakan akan digarap oleh Kementerian Perindustrian sesuai arahan Presiden untuk mempersiapkan manufaktur berorientasi ekspor yang menjadi perhatian khusus.

Upaya ini menurut dia, diharapkan akan memperbaiki kinerja ekspor yang melempem pada tahun 2018. Menteri Enggar mengakui kinerja ekspor pada 2018 di bawah target 11 persen yang dia canangkan.

“Saya realistis saja tahun 2018 tidak akan memenuhi target (ekspor),” jelas Menteri Enggar.

Target perundingan dagang 2019 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo mengatakan beberapa kesepakatan dagang yang akan diselesaikan antara lain Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

“Kita masih menunggu arahan Kementerian Luar Negeri. Menteri Perdagangan harus dapat full power dari Kemenlu. Jadi kita menunggu itu,” jelas Iman.

Iman mengatakan terkait isu pemindahan kedutaan besar Australia untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem yang menghambat kesepakatan IA-CEPA bukan menjadi kompetensi Kementerian Perdagangan, melainkan Kementerian Luar Negeri.

“Tugas kita untuk merundingkan teks dan komitmennya,” tambah Iman.

Kemudian terkait RCEP, Iman mengatakan meskipun ditargetkan selesai pada tahun ini, namun dia merasa belum akan bisa selesai karena banyaknya teks dokumen yang harus dibahas.

“Jadi tidak mungkin ditanda tangan tahun ini. Tapi secara substantial kita targetkan selesai tahun ini,” jelas Iman.

Iman menambahkan pada tahun ini mengatakan pemerintah sedang mengejar penyelesaian perjanjian Preferential Trading Area (PTA) dengan Mozambique dan Tunisia yang mungkin akan ditandatangani pada semester awal tahun ini.

“Teks PTA nya sudah selesai dirundingkan tinggal jadwal komitmennya. Akhir Januari tim akan ke sana,” tambah Iman.

Kemudian untuk pembahasan PTA dengan Maroko, Iman mengatakan masih dalam penyesuaian jadwal kedua pihak untuk kembali melakukan pembahasan.

Pada akhir Januari ini Iman mengatakan kemungkinan aka nada perundingan lanjutan Trade in Goods Agreement dalam konteks CEPA dengan Turki yang sudah masuk ke perundingan ketiga.

“Dengan Turki sama seperti Chile jadi akan ada kesepakatan barang dan jasa. Tapi untuk pertama fokus di barang dulu. Pendekatan ini yang kita gunakan dengan Turki,” ungkap dia.

Indonesia menurut dia, juga akan melanjutkan negosiasi Free Trade Agreement dengan Korea Selatan yang sempat terhenti tahun 2014. Meski begitu, perundingan tidak akan melanjutkan yang sebelumnya terhenti.

“Kita akan reset dan lihat dari awal. Apa yang sudah progressing dan masih relevan akan diteruskan,” urai Iman.

Beberapa tarif yang sudah selesai dalam pembahasan dalam kerangka ASEAN-Korea FTA tahun 2016 menurut Iman, tidak akan lagi menjadi pembahasan.

“Sekarang kita harus identifikasi barang yang masuk kelompok sensitif untuk Indonesia dan Korea dalam FTA ASEAN-Korea. Kita bisa ngebut dari situ. Tapi start-nya harus benar,” tegas dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA