Indonesia dorong pengembangan migas offshore

Pengembangan industri ini terhambat investasi yang sangat besar

 Indonesia dorong pengembangan migas offshore

JAKARTA

Potensi minyak dan gas offshore di Indonesia, khususnya kawasan timur masih sangat besar, ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Archandra Tahar, di atas rig, Tambakboyo-3 perairan utara Lamongan, Jawa Timur, Kamis.

Dalam siaran persnya, Arcandra mengidentifikasi empat tantangan utama dalam pengembangan lapangan offshore.

Pertama adalah mencari lapangan yang mempunyai potensi dikembangkan. Kemudian risiko yang besar pada lapangan offshore.

Tantangan berikutnya kata Archandra adalah ketersediaan rig yang terbatas.

Kemudian investor juga harus berhadapan dengan besarnya investasi yang harus dikeluarkan, ujar Arcandra.

Pemerintah Indonesia, kata Arcandra akan memberikan berbagai kemudahan perizinan dan administrasi untuk mendorong pengembangan migas offshore.

Selain itu, juga memberikan expert judgement kisaran harga minyak yang ekonomis.

Menurut dia, harga minyak nantinya ditentukan oleh letak dan kedalaman lapangan yang dieksplorasi.

Estimasinya, kata Archandra sekitar USD50-60 per barel dan masih bisa lebih tinggi untuk lebih mendorong pengembangan lapangan offshore.

Komitmen pengembangan lapangan offshore juga disampaikan oleh Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Wakil Kepala SKK Migas Sukandar pihaknya akan membantu melakukan kegiatan operasi lebih cepat dan efisien termasuk menyelesaikan hambatan terkait perijinan.

Berdasarkan catatan SKK Migas, tahun lalu telah dikerjakan 36 sumur khusus eksplorasi. Sedangkan tahun ini naik lebih dari dua kali lipat menjadi 82 sumur.

Sedangkan total sumur eksploitasi dan eksplorasi jumlahnya sebanyak 427 sumur.

SKK Migas dan kontraktor migas melakukan komitmen investasi sekitar USD2 miliar.

"Dengan tambahan tersebut akan semakin banyak sumur eksplorasi yang akan dibor, semakin banyak seismik yang akan dilakukan dalam 10 tahun ke depan.“


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA