Indonesia catat inflasi 0,12% pada Agustus

Dari 82 kota lokasi survei IHK, 44 kota mengalami inflasi dan 38 kota lainnya tercatat mengalami deflasi

Indonesia catat inflasi 0,12% pada Agustus

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka inflasi pada Agustus di Indonesia sebesar 0,12 persen (month to month) dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 138,75.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bila dilihat secara tahun kalender pada Januari-Agustus 2019, maka angka inflasi sebesar 2,48 persen.

Kemudian bila dilihat secara tahunan, angka inflasi pada Agustus tercatat sebesar 3,49 persen.

“Melihat angka tahunan ini bisa disimpulkan target inflasi masih terkendali dan kita harapkan di bulan-bulan sisanya inflasi tetap terkendali,” jelas Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan dari 82 kota lokasi survei IHK, 44 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kudus sebesar 0,82 persen dan inflasi terendah terjadi di Tasikmalaya, Madiun, dan Pare-Pare sebesar 0,04 persen.

Sementara itu, 38 kota lainnya tercatat mengalami deflasi dengan deflasi tertinggi di Bau-Bau sebesar 2,1 persen dan deflasi terendah di Tegal dan Palopo sebesar 0,02 persen.

“Inflasi pada Agustus ini berbeda dengan Agustus 2018 yang mengalami deflasi 0,05 persen dan pada 2017 juga tercatat deflasi 0,07 persen,” kata Suhariyanto.

Menurut dia, penyebab inflasi pada Agustus tahun ini salah satunya karena dampak kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung sampai bulan Oktober sehingga akan berpengaruh pada produksi tanaman pangan.

“Tapi pemerintah sudah membuat kebijakan untuk menjaga pasokan,” ujar dia.

Selain itu, Suhariyanto mengatakan pergerakan harga emas juga menjadi perhatian karena ketidakpastian ekonomi global membuat masyarakat banyak beralih investasi emas yang menyebabkan harganya naik signifikan.

“Inflasi kita harapkan tetap terjaga sampai akhir tahun dan tetap di dalam target 3,5 plus minus 1 persen,” tambah dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA