Indonesia-Afrika Infrastructure Dialogue hasilkan kesepakatan bisnis Rp12,3 triliun

Menteri Luar Negeri RI dan Wakil Menteri Luar Negeri RI secara simultan melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan beberapa negara Afrika

Indonesia-Afrika Infrastructure Dialogue hasilkan kesepakatan bisnis Rp12,3 triliun

Indonesia mencatat dalam dua hari terselenggaranya Indonesia-Afrika Infrastructure Dialogue (IAID) di Bali telah terjadi kesepakatan bisnis senilai USD822 juta atau sekitar Rp12,3 triliun.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia, nilai ini meningkat dari hasil yang dicapai dalam forum yang sama pada 2018 lalu.

Selama berlangsungnya IAID ini, Menteri Luar Negeri RI dan Wakil Menteri Luar Negeri RI secara simultan melakukan serangkaian pertemuan bilateral dengan beberapa negara Afrika seperti Uganda, Madagaskar, Maroko, Senegal, Guinea Equatorial, Namibia, Tanzania, Botswana, Somalia, dan Niger.

"IAID berhasil memfasilitasi perluasan ekspansi ke Afrika, di antaranya investasi Energi Mega Persada di sektor migas di Mozambik, dan Sinar Antjol yang terus melakukan ekspansi ke Ethiopia, Ghana dan yang terbaru ke Tanzania," berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri pada Rabu malam.

Untuk menunjang diplomasi ekonomi, Indonesia melakukan penguatan infrastruktur diplomasi Indonesia dengan pembukaan perwakilan RI di Yaounde, ibukota Kamerun.

.Pembukaan perwakilan ini agar diplomasi RI di kawasan Afrika Barat dan Afrika Tengah dapat lebih fokus dan efektif.

Selain itu, Indonesia juga akan tingkatkan status KBRI Antananarivo di Madagaskar, yang sebelumnya dipimpin oleh Kuasa Usaha Tetap, dalam waktu dekat akan dipimpin oleh seorang Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh.

Hal lain terkait penguatan infrastruktur diplomasi di kawasan Afrika adalah dengan meningkatkan jumlah Konsul Kehormatan (Konhor) RI di Afrika sebesar 70 persen menjadi 22 Konhor tahun ini, dengan kemungkinan penambahan 4 Konhor.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA