India turunkan tarif sawit Indonesia

Saat ini sudah tidak ada lagi perbedaan tarif produk sawit Indonesia dengan Malaysia yang semula ada perbedaan 5 persen lebih tinggi bagi produk sawit Indonesia

India turunkan tarif sawit Indonesia

India memberikan fasilitas berupa penurunan tarif produk sawit Indonesia yang masuk ke negara tersebut.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan India menurunkan tarif bagi produk Crude Palm Oil Indonesia dari 40 persen menjadi 37,5 persen dan untuk Refine Bio Blended Palm Oil juga turun dari 50 persen menjadi 45 persen.

Penurunan tersebut diberikan India dalam pertemuan bilateral antara Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi ke-35 ASEAN di Bangkok, Thailand, Minggu.

“Penurunan tarif tersebut atas permintaan Presiden yang disetujui oleh PM Modi,” kata Menko Airlangga.

Dengan begitu, dia mengatakan saat ini sudah tidak ada lagi perbedaan tarif produk sawit Indonesia dengan Malaysia yang semula ada perbedaan 5 persen lebih tinggi bagi produk sawit Indonesia.

“Tetapi, ada catatan bahwa India mengharapkan Indonesia bisa membeli beras dan raw sugar dan pemerintah akan mengambil secara bertahap sesuai kebutuhan,” ujar Menko Airlangga.

Dia mengatakan Indonesia masih mencatatkan keuntungan perdagangan dengan India per hari ini sebesar USD8 miliar dengan catatan surplus terbesar terjadi tahun 2017 sebesar USD10 miliar dengan komoditas perdagangan utama adalah batu bara dan kelapa sawit.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada PM Modi bahwa hubungan Indonesia dan India sudah sangat baik dalam kerja sama politik sehingga harus diimplementasikan dalam bentuk kerja sama ekonomi, khususnya sawit.

“(Atas permintaan itu) PM Modi siap memberikan treatment yang fair terhadap sawit Indonesia,” jelas Menteri Retno.

Dia menambahkan dalam pertemuan bilateral Indonesia-India, PM Modi juga menyampaikan apresiasi atas respons positif Indonesia sebagai bagian dari anggota pendiri Global Coalition for Disaster Resilient in Infrastructure yang diluncurkan 25 September di markas besar PBB, New York.

“Indonesia satu dari 12 founding member untuk inisiatif CDRI ini,” lanjut Menteri Retno.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA