IMF sebut ASEAN sebagai titik cerah perekonomian

Perlambatan terjadi tidak hanya di perdagangan, tapi juga investasi dan manufaktur sebagai mesin pertumbuhan

IMF sebut ASEAN sebagai titik cerah perekonomian

Managing Director IMF Kristalina Georgieva, dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Indonesia Joko Widodo, menyampaikan bahwa ekonomi ASEAN merupakan titik cerah bagi perekonomian dunia yang tengah melesu.

Georgieva mengatakan bahwa ekonomi dunia saat ini mengalami perlambatan dengan pertumbuhan terendah selama satu dekade terakhir karena banyaknya ketidakpastian yang berasal dari adanya ketegangan politik dan ekonomi.

“Perlambatan terjadi tidak hanya di perdagangan, tapi juga investasi dan manufaktur sebagai mesin pertumbuhan,” ujar Georgieva di Bangkok, Minggu.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menyampaikan bahwa Georgieva adalah pimpinan IMF pertama yang berasal dari negara dengan ekonomi berkembang, yakni berasal dari Rumania.

Georgieva banyak bertukar pikiran dengan Presiden Joko Widodo mengenai situasi ekonomi global dan juga kawasan.

“Georgieva melihat ASEAN kondisinya jauh lebih baik dari kawasan lainnya,” kata Menteri Retno.

Menteri Retno juga mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo menyampaikan prioritas kepemimpinannya dalam 5 tahun ke depan kepada Georgieva yakni pengembangan SDM, melanjutkan pembangunan infrastruktur, reformasi struktural, dan simplifikasi peraturan-peraturan.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Georgieva menyebut langkah Presiden tersebut sudah tepat untuk mendukung stabilitas moneter dan memperkuat instrumen fiskal.

“Georgieva juga berkomentar terkait pemindahan ibu kota yang dianggap baik untuk dimanfaatkan sebagai bagian dari reformasi struktural,” ungkap Menko Airlangga.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA