IMF: Hindari langkah kebijakan yang membahayakan ekonomi

Kebijakan ekonomi makro dan keuangan harus bertujuan untuk mencegah perlambatan lebih lanjut karena output ekonomi global bisa jatuh di bawah potensi sesungguhnya

IMF: Hindari langkah kebijakan yang membahayakan ekonomi

JAKARTA

Dana Moneter Internasional (IMF) meminta para pengambil kebijakan di negara-negara untuk menghindari langkah kebijakan yang salah sehingga dapat membahayakan kegiatan ekonomi global.

IMF dalam laporannya mengatakan kebijakan ekonomi makro dan keuangan harus bertujuan untuk mencegah perlambatan lebih lanjut karena output ekonomi global bisa jatuh di bawah potensi sesungguhnya.

Dalam laporan tersebut, IMF juga memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini dari 3,7 persen menjadi 3,3 persen.

IMF menyebut para pemimpin dunia perlu perlu memfasilitasi soft landing pada perekonomian global dengan menarik kebijakan-kebijakan yang bisa membahayakan pertumbuhan ekonomi.

“Pada tingkat nasional, perlu kebijakan moneter untuk memastikan bahwa inflasi tetap di jalur menuju atau mendekati target bank sentral untuk menjaga stabilisasi,” ujar laporan tersebut, Rabu.

Selain itu, IMF juga mengatakan perlu adanya kebijakan fiskal untuk mengelola perdagangan dengan mendukung permintaan dan memastikan bahwa utang publik berada pada jalur yang berkelanjutan.

Dalam laporan tersebut, IMF mengatakan perlu adanya konsolidasi fiskal dan pembatasan kebijakan moneter yang dikalibrasi untuk mengamankan stabilitas sambil menghindari kerugian dalam pertumbuhan jangka pendek, serta semakin berkurangnya program untuk melindungi masyarakat yang rentan.

“Jika perlambatan saat ini ternyata lebih parah dan berlarut-larut dari yang diharapkan dalam baseline, kebijakan makroekonomi harus menjadi lebih akomodatif,” ujar IMF.

IMF menekankan agar kebijakan pada sektor ekonomi harus mendorong output potensi pertumbuhan, meningkatkan inklusivitas, dan memperkuat ketahanan.

Kemudian pada tingkat multilateral, prioritas kebijakan utama bagi negara-negara adalah untuk menyelesaikan ketidaksepakatan perdagangan secara kooperatif, tanpa meningkatkan hambatan distorsi yang selanjutnya akan mengganggu kestabilan ekonomi global yang melambat.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA