IHSG menguat dalam pembukaan pasar sehari setelah lebaran

Selama bursa Indonesia libur merayakan Idul Fitri, ada beberapa hal yang cukup menarik untuk dicermati sebagai bahan referensi memulai trading ataupun investasi diawal pekan ini

IHSG menguat dalam pembukaan pasar sehari setelah lebaran

JAKARTA 

Indeks Harga Saham Gabungan mengalami penguatan 1,01 persen menjadi 6.277,29 dalam pembukaan pasar hari pertama setelah libur lebaran.

Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan selama bursa Indonesia libur merayakan Idul Fitri, ada beberapa hal yang cukup menarik untuk dicermati sebagai bahan referensi memulai trading ataupun investasi di awal pekan ini.

Edwin mengatakan salah satu hal menarik adalah 94 persen pasar memperkirakan Fed Fund Rate akan turun pada September mendatang.

“Indeks Dow Jones menguat tajam sekitar 814,94 poin (3,24 persen) sebagai respons akan diturunkannya Fed Fund Rate di bulan September 2019 mengantisipasi peluang perlambatan ekonomi global,” jelas Edwin kepada Anadolu Agency, Senin.

Dia menambahkan pada sisi lain eskalasi perang dagang AS vs China semakin menghangat menyusul statement Prediden Trump yang akan kembali menaikkan tarif bea masuk masuk produk China senilai USD300 miliar setelah pertemuan G20 akhir Juni ini.

Kondisi Bursa Asia juga beragam dengan Indeks Nikkei yang menguat 1,38 persen dan Hangseng 0,24 persen sementara Indeks Shanghai melemah 2,44 persen.

“Perkembangan lain selama bursa Indonesia tutup, harga komoditas juga beragam dimana harga emas dan timah naik masing-masing 4,42 persen dan 2,77 persen,” lanjut dia.

Di lain pihak Edwin mengatakan harga WTI Crude Oil turun cukup tajam 4,18 persen mengantisipasi kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan naiknya pasokan minyak AS serta harga nikel turun 3,9 persen.

“Dampak tidak langsung harga batu bara turun tajam 12,6 persen dan CPO turun 2,83 persen selama bursa Indonesia tutup,” kata dia.

Sementara itu, yield obligasi AS tenor 10 tahun juga ikut turun sekitar 5,88 persen dilevel 2,084 persen merespons lemahnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat serta data terbaru Departemen Tenaga Kerja AS menyampaikan jumlah tenaga kerja baru pada Mei 2019 hanya 75.000 tenaga kerja atau jauh di bawah ekspektasi pasar, sebanyak 180.000 tenaga kerja.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA