Eksportir tidak perlu risau penguatan rupiah

Level nilai tukar rupiah saat ini masih kompetitif dengan nilai tukar di level Rp13.911 per dolar AS

Eksportir tidak perlu risau penguatan rupiah

Eksportir tidak perlu menanggapi penguatan nilai tukar rupiah dengan kekhawatiran bahwa harga-harga barangnya tidak kompetitif di pasar ekspor.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan level nilai tukar rupiah saat ini masih kompetitif dengan nilai tukar di level Rp13.911 per dolar AS.

Menteri Darmin mengatakan nilai tukar memang mengarah pada penguatan sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

“Jangan begitu, belum apa-apa sudah khawatir. Di awal 2018 kan kurs kita Rp13.400, sekarang masih Rp14.000 atau mendekati Rp13.900 sudah khawatir,” ujar Menteri Darmin di Jakarta, Jumat.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah menjelaskan masih ada ruang bagi rupiah untuk melanjutkan penguatan, berdasarkan kondisi ekonomi global dan domestik.

Nanang mengatakan sentimen positif penguatan rupiah dari sisi global berasal dari adanya diskusi antara pejabat AS dan China untuk melakukan kesepakatan dagang.

Selain itu, penguatan mata uang negara berkembang disebabkan oleh keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) yang memangkas suku bunga deposito menjadi -0,5 persen dan rencana memborong surat utang Uni Eropa sebesar 20 miliar euro mulai November mendatang.

“Sentimen risk on juga mendorong nilai tukar dolar AS terkoreksi melemah, sementara nilai tukar major currencies dan emerging market currencies menguat,” urai Nanang.

Sementara faktor domestik yang membuat rupiah menguat karena didukung oleh pasar valas domestik yang semakin kuat.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA