Eksportir karpet Iran incar pasar baru pasca sanksi AS

Ekspor karpet Iran ke AS dihentikan setelah sanksi baru Washington

Eksportir karpet Iran incar pasar baru pasca sanksi AS

ISTANBUL

Ekspor karpet Iran ke AS terhenti sejak Washington menjatuhkan Teheran dengan sanksi baru, serikat penenun karpet tangan Iran mengatakan pada Minggu.

Mengutip Abdullahi Bahrami, presiden serikat pekerja, Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA) mengatakan dalam sebuah laporan bahwa 35 persen dari ekspor karpet Iran dilakukan ke AS.

"Kami belum dapat mengekspor ke AS sejak 6 November akibat sanksi," kata Bahrami.

Dia menambahkan bahwa eksportir Iran berharap untuk mengkompensasi kehilangan ini dengan meningkatkan ekspor di Rusia, China dan Afrika Selatan.

Permadani Persia adalah bisnis besar di Republik Islam Iran.

Menurut perkiraan Kementerian Perindustrian, Iran memproduksi sekitar 400 ton karpet tenunan tangan setiap tahun, mayoritas diekspor ke negara-negara di seluruh penjuru dunia.

Menjadi salah satu ekspor teratas Iran, bisnis karpet mempekerjakan sekitar 2,5 juta orang di negara itu.

"Iran menghasilkan sekitar USD400 juta dari karpet tenunan tangan," kata Firiste Destpak, kepala Pusat Karpet Nasional Iran.

Bisnis karpet berawal sejak berdirinya Kekaisaran Persia lebih dari 2.500 tahun yang lalu, di mana para penenun telah mewariskan keterampilan mereka selama beberapa generasi.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA