Ekspor Indonesia pada April turun cukup dalam

Nilai ekspor April sebesar USD12,60 miliar, turun 10,8 persen dari Maret, dan turun 13,10 persen dari April tahun lalu

Ekspor Indonesia pada April turun cukup dalam

JAKARTA

Kinerja ekspor Indonesia pada bulan April berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) masih terlihat lesu karena hanya mencatatkan nilai ekspor USD12,60 miliar.

Nilai ekspor tersebut terdiri dari ekspor migas senilai USD0,74 miliar dan ekspor nonmigas sebesar USD11,86 miliar.

Nilai tersebut lebih rendah 10,8 persen dari bulan Maret yang senilai USD14,12 miliar.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan ekspor ini karena adanya pelemahan ekspor migas cukup dalam sebesar 34,95 persen dari Maret yang senilai USD1,14 miliar dan ekspor nonmigas yang turun 8,68 persen dari Maret yang senilai USD12,98 miliar.

Sementara bila dibandingkan dengan ekspor bulan April tahun lalu yang senilai USD14,50 miliar, ekspor pada April tahun ini turun sebesar 13,10 persen.

Pada April tahun lalu, ekspor migas tercatat sebesar USD1,18 miliar dan ekspor nonmigas USD13,32 miliar.

“Polanya sama tiap tahun, ekspor pada April ada penurunan dari bulan-bulan sebelumnya,” jelas dia, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Suhariyanto menjelaskan penurunan ekspor terjadi di seluruh sektor perdagangan dengan penurunan terdalam terjadi pada sektor migas.

Ekspor migas pada April tahun ini tercatat anjlok 34,95 persen secara bulanan dan 37,06 persen secara tahunan.

“Penyebab utamanya adalah turunnya harga migas dan juga volume ekspor migas,” jelas Suhariyanto.

Selanjutnya, ekspor pertanian yang senilai USD0,25 miliar juga turun 6,74 persen dari bulan Maret. Secara tahunan, ekspor pertanian juga anjlok 15,88 persen dari April tahun lalu.

“Penurunan secara bulanan terjadi pada komoditas hasil hutan bukan kayu, buah-buahan, mutiara hasil budidaya, dan tanaman aromatik,” ungkap dia.

Suhariyanto menambahkan ekspor industri pengolahan pada April yang sebesar USD9,42 miliar juga lebih rendah 9,04 persen dari Maret dan juga turun 11,82 persen dari April tahun lalu.

Kemudian, ekspor pertambangan dan lainnya sebesar USD2,19 miliar juga mengalami penurunan 7,31 persen secara bulanan dan turun 6,5 persen secara tahunan.

“Ekspor nonmigas mendominasi nilai ekspor April dengan porsi 94,11 persen,” kata dia.

Suhariyanto melanjutkan ekspor Indonesia pada April mengalami peningkatan ke beberapa negara seperti China dengan peningkatan nilai ekspor USD63,5 juta dari Maret.

Begitupun ekspor ke Belgia naik USD30,1 juta dan ekspor ke Italia meningkat USD25,7 juta dari Maret lalu.

Sementara itu, penurunan ekspor terjadi untuk tujuan Singapura yang berkurang USD240 juta dari Maret lalu.

Kemudian penurunan ekspor terjadi untuk tujuan India sebesar USD135 juta dan Jepang sebesar USD127,1 juta dari bulan Maret lalu.


TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA