Ekspor Indonesia Januari-Agustus 2019 turun 8,28 persen

Sebagian besar ekspor Indonesia Agustus 2019 disumbang oleh industri pengolahan

Ekspor Indonesia Januari-Agustus 2019 turun 8,28 persen

Badan Pusat Statistik mencatat kinerja perdagangan Indonesia pada periode Januari-Agustus tahun ini tak kunjung membaik karena hanya meraih total ekspor sebesar USD110,07 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan total ekspor tersebut merosot 8,28 persen dari total ekspor periode Januari-Agustus tahun lalu yang berjumlah USD120,01 miliar.

“Total ekspor Indonesia masih disumbangkan oleh sektor industri pengolahan,” kata Suhariyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Total ekspor industri pengolahan selama Januari-Agustus tahun ini tercatat sebesar USD 82,91 miliar dengan kontribusi terhadap total ekspor sebesar 75,33 persen.

Meski begitu, angka ekspor industri pengolahan pada tahun ini lebih lesu 4,33 persen dari periode yang sama tahun lalu dengan jumlah USD86,66 miliar.

Selanjutnya, ekspor sektor pertambangan juga tidak lebih baik dari tahun lalu karena hanya mencatatkan total ekspor USD16,35 miliar, atau turun 17,33 persen dari periode yang sama tahun lalu dengan jumlah USD19,88 persen.

Kontribusi sektor ini terhadap total ekspor pada Januari-Agustus tahun ini sebesar 14,85 persen.

Kemudian, ekspor migas pada Januari-Agustuts tahun ini juga lebih lamban 23,88 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Pada tahun ini total ekspor migas hanya USD8,59 miliar, sementara pada tahun lalu mencapai USD11,29 miliar. Kontribusi sektor ini terhadap total ekspor pada tahun ini sebesar 7,81 persen.

Suhariyanto menambahkan hanya sektor pertanian yang mencatatkan sedikit perbaikan dari tahun lalu dengan jumlah peningkatan 1,53 persen dari USD2,18 miliar menjadi USD2,21 miliar.

Sektor pertanian hanya menyumbangkan kontribusi 2,01 persen dari total ekspor periode Januari-Agustus tahun ini.

Sementara itu, bila dilihat berdasarkan negara tujuan ekspor, China masih menjadi negara tujuan ekspor utama dengan total USD15,95 miliar pada kurun waktu Januari-Agustus tahun ini atau 15,71 persen dari total ekspor keseluruhan Indonesia.

“Namun, ekspor ke China melambat dari periode yang sama tahun lalu dengan jumlah USD16,61 miliar,” jelas Suhariyanto.

Negara tujuan ekspor terbesar kedua adalah Amerika Serikat dengan jumlah USD11,51 miliar atau 11,35 persen dari total ekspor Januari-Agustus.

Ekspor ke AS ini juga sedikit melemah dari periode yang sama tahun lalu dengan jumlah USD11,71 miliar.

Selanjutnya, Jepang menjadi negara tujuan ekspor terbesar ketiga dengan total USD9,09 miliar atau 8,96 persen dari total ekspor Januari-Agustus.

Ekspor ke Jepang juga melambat dari periode yang sama tahun lalu sebesar USD11,18 miliar.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA