Dorong Daya Saing Para Perajin, Dekranasda Jabar Menggelar Inkibator Bisnis Bagi Pengusaha Wanita Pemula

Guna mendorong daya saing para perajin dan pelaku UKM, Dekranasda Jawa Barat menggelar inkubator bisnis untuk pengusaha wanita pemula di Sekretariat Dekranasda Jabar Jalan Dago, Bandung, Rabu (26 11 2014). Program inkubator bisnis itu diikuti sekitar 30

Dorong Daya Saing Para Perajin, Dekranasda Jabar Menggelar Inkibator Bisnis Bagi Pengusaha Wanita Pemula

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Guna mendorong daya saing para perajin dan pelaku UKM, Dekranasda Jawa Barat menggelar inkubator bisnis untuk pengusaha wanita pemula di Sekretariat Dekranasda Jabar Jalan Dago, Bandung, Rabu (26/11/2014). Program inkubator bisnis itu diikuti sekitar 30 perajin dan UKM. Pengurus bidang pameran dan kerjasama luar negeri Dekranasda Jabar Asep Syarifudin  mengatakan, program tersebut ditujukan untuk menghasilkan wirausaha baru, sekaligus regenerasi para perajin. Dengan begitu,  para pengusaha wanita pemula tersebut bisa berinovasi dan lebih  kreatif serta bisa  mempromosikan produk produk di Jawa Barat. "Program ini tentunya untuk memperkuat daya saing produk para perajin Jabar. Apalagi para perajin akan dihadapkan pada perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Tingkat persaingan usaha akan sangat kuat," jelas Asep. Dia mengungkapkan, program ini menjadi program yang pertama kali dilakukan dan diikuti 30 orang perajin perwakilan dari 21 kabupaten/kota di Jabar. "Mereka adalah para perajin asesories, anyaman, bordir, perhiasan logam, produk fashion dan lainnya," tuturnya. Pada program inkubator bisnis tersebut, para peserta akan mendapat pelatihan selama 30 hari dengan berbagai materi. Bahkan selama tiga hari mereka digojlok mendapat pelatihan tentang kewirausahaan, termasuk juga peningkatan keterampilan. Mereka pun difasilitasi untuk menggunakan galeri promosi produk mereka di Dekranasda Jabar. Tentunya mendapat pendampingan dan couching klinik. "Mereka bisa benkonsultasi tentang kegiatan usahanya, bahkan hingga program tersebut selesai, pendampingan tetap ada," jelasnya. (Solihin/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA