Dolar Menguat, PHK Massal Terjadi di Bogor

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Hening Widiatmoko mengatakan, saat ini dunia perekonomian Indonesia mengalami pelemahan. Hal itu seiring lemahnya daya tukar rupiah terhadap dolar. Otomatis, hal tersebut pun sangat berpengar

Dolar Menguat, PHK Massal Terjadi di Bogor

BANDUNG,FOKUSJabar.com: Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat Hening Widiatmoko mengatakan, saat ini dunia perekonomian Indonesia mengalami pelemahan. Hal itu seiring lemahnya daya tukar rupiah terhadap dolar. Otomatis, hal tersebut pun sangat berpengaruh terhadap dunia usaha. "Banyak perusahaan terkena imbasnya, terutama yang bahan bakunya tergantung impor,"jelas Hening kepada wartawan, Jumat (21/8/2015). Menurut Hening, kondisi tersebut tentunya sangat berpengaruh juga terhadap para tenaga kerja. Bahkan, para tenaga kerja dan buruh perusahaan pun terancam banyak yang di PHK. "Sampai Juli 2015 ini kasus perselisihan hubungan industrial itu ada 200 kasus, yang melibatkan 1439 tenaga kerja, yang sudah selesai PHK ada 382 kasus dengan jumlah total tenaga kerja 1207 orang. Itu belum termasuk Bogor. Kalau Bogor masuk, jumlahnya bisa lebih besar. Karena di Bogor itu ada beberapa perusahaan padat karya yang akan merelokasi usahanya, berarti PHK masal, tutup sama sekali. Ini masih dalam rekap," katanya. Hening juga mengatakan banyak perusahaan padat karya di Bogor yang akan merelokasi usahanya ke wilayah Jawa Tengah dikarenakan tingginya upah di kota tersebut. Sementara di Jawa Tengah, upahnya bisa lebih murah  di bawah Rp2 juta. "Peluang relokasi cukup besar, karena sebentar lagi ada proses pengupahan. Saat ini ada perusahaan ragu - ragu meneruskan dan merumahkan dulu karyawannya. Hanya saya khawatir kalau upah minimum ditetapkan tinggi, sulit untuk ditoleransi pengusaha akan berefek menutup sama sekali. Ketika disparitas upah sudah sangat tidak memungkinkan profit marginya sudah tidak ketemu mereka memilih untuk pindah," katanya. (Budi/MSU)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA