Destry Damayanti: Cadangan devisa tumbuh tipis karena volatilitas pasar

Pada akhir Agustus posisi cadangan devisa Indonesia tumbuh menjadi USD126,4 miliar dari bulan sebelumnya USD125,9 miliar

Destry Damayanti: Cadangan devisa tumbuh tipis karena volatilitas pasar

Bank Indonesia mengatakan peningkatan cadangan devisa pada akhir Agustus yang hanya USD500 juta karena adanya volatilitas yang terjadi di pasar global.

Pada akhir Agustus, posisi cadangan devisa Indonesia tumbuh menjadi USD126,4 miliar dari bulan sebelumnya USD125,9 miliar.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan sumber cadangan devisa yang berasal dari portofolio aliran modal asing yang masuk agak tersendat pada Agustus.

“Kita sumbernya masih dari inflow portofolio yang sedikit tersendat, jadi peningkatan cadev tidak terlalu besar,” kata Destry, di Jakarta, Jumat.

Destry menambahkan faktor pertumbuhan cadangan devisa lainnya adalah periode pembayaran bunga utang luar negeri yang telah lewat dari siklusnya yang biasa di bulan Juni dan Juli.

“Biasanya siklus peningkatan cadev lagi nanti ada di kuartal IV tahun ini,” tambah dia.

Destry memprediksi proyeksi posisi cadangan devisa Indonesia secara umum masih setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Dia juga meyakini bahwa capital inflow hingga akhir tahun masih akan sesuai dengan target yang ditetapkan bila melihat pertimbangan kondisi ekonomi saat ini.

“Tapi memang mungkin tidak akan sederas enam bulan pertama. Kita enggak mungkin sampai ke sana (seperti enam bulan awal tahun ini),” jelas Destry.

Agak seretnya aliran modal asing menurut dia adalah karena adanya pengaruh perekonomian Amerika Serikat (AS) yang sudah mulai perlahan stabil.

Meski begitu, dia belum mengetahui langkah kebijakan bank sentral the Fed terkait penetapan suku bunganya.

Destry menambahkan seretnya aliran modal asing juga ditambah dengan masuknya China ke dalam daftar Global Innovation Index sehingga membuat rival ekonomi AS tersebut menjadi salah satu negara tujuan investasi portofolio bagi beberapa investor besar.

"Tapi kita tetap akan berusaha menjaga cadangan devisa kita pada level posisi yang aman,” tegas dia.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA