CEPA Indonesia-Chili sinyal positif multilateralisme

Ini momentum bersejarah di tengah memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China, ujar Menteri Perdagangan Indonesia

CEPA Indonesia-Chili sinyal positif multilateralisme

JAKARTA 

Pemerintah Indonesia mengungkapkan ratifikasi kesepakatan kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA) dengan Chili bisa menjadi sinyal positif bagi kerja sama perdagangan global, di tengah memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Menteri Perdagangan Indonesia Enggartiasto Lukita menyampaikan hal tersebut dalam pertukaran Instrument of Ratification (IoR) dengan Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Perdagangan Chili Rodrigo Yanez Benitez di Jakarta, Selasa.

“Kita masih percaya pentingnya multilateralisme dalam sistem perdagangan,” jelas Menteri Enggar.

Dia mengatakan sinyal positif terkait pentingnya multilateralisme tampak dalam pertemuan APEC di Chili yang baru memiliki pernyataan bersama setelah 4 tahun tanpa hasil.

“Ini momentum bersejarah, dengan adanya join statement tersebut,” tambah Menteri Enggar.

Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Perdagangan Chili Rodrigo Yanez Benitez mengatakan selesainya proses ratifikasi CEPA dengan Indonesia yang akan diimplementasikan pada 10 Agustus mendatang merupakan lompatan penting bagi kedua negara untuk bermitra di masa penuh tantangan dengan adanya perang dagang.

“Indonesia adalah partner strategis kami di ASEAN dan kita juga berharap bisa menjadi partner strategis bagi Indonesia di Amerika Latin,” jelas Rodrigo.

Sebagai informasi, CEPA Indonesia-Chili mencakup tiga aspek komprehensif dalam kerja sama ekonomi, yakni perdagangan barang, jasa, dan investasi.

Namun, tahap awal implementasi pada 10 Agustus mendatang baru mencakup aspek perdagangan barang saja.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA