Bank Indonesia: Kegiatan usaha triwulan III tumbuh positif meski melambat

Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada triwulan III sebesar 13,39 persen, lebih rendah dari 19,17 persen pada triwulan sebelumnya

Bank Indonesia: Kegiatan usaha triwulan III tumbuh positif meski melambat

Bank Indonesia menginformasikan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang mengindikasikan bisnis pada triwulan III 2019 tetap tumbuh positif, meskipun melambat dibandingkan triwulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan indikator ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pada triwulan III sebesar 13,39 persen, lebih rendah dari 19,17 persen pada triwulan sebelumnya.

“Pertumbuhan kegiatan usaha tetap positif, antara lain ditopang sektor konstruksi yang tumbuh meningkat,” ujar Onny dalam keterangan resmi, Kamis.

Sementara itu, Onny menjelaskan perlambatan kegiatan usaha terutama terjadi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan, khususnya pada sub-sektor pertanian tanaman bahan makanan yang dipengaruhi oleh faktor musim kemarau yang berkepanjangan.

“Sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha tersebut, rata-rata kapasitas produksi pada triwulan III 2019 yang lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata pada triwulan sebelumnya,” ungkap dia.

Tingkat penggunaan kapasitas produksi dari rata-rata 77,18 persen pada triwulan sebelumnya turun menjadi sebesar 75,42 persen.

Sementara itu, tingkat penggunaan tenaga kerja juga lebih rendah, tercermin dari nilai SBT tenaga kerja sebesar 2,47 persen pada triwulan sebelumnya turun menjadi sebesar 1,40 persen pada triwulan III.

“Dari sisi keuangan, kondisi likuiditas dan rentabilitas dunia usaha serta akses kredit masih cukup baik meskipun relatif menurun dibandingkan triwulan sebelumnya,” lanjut Onny.

Menurut dia, responden memperkirakan kegiatan usaha tetap tumbuh positif, meskipun tidak setinggi periode sebelumnya.

Hal ini terindikasi dari SBT perkiraan kegiatan usaha pada triwulan IV 2019 sebesar 9,13 persen.

Pertumbuhan kegiatan usaha yang tetap positif diperkirakan ditopang oleh sektor konstruksi dan sebagian besar sektor tersier.

“Optimisme terhadap kegiatan usaha ke depan juga tercermin dari perkiraan investasi dan penggunaan tenaga kerja yang meningkat pada triwulan IV 2019,” pungkas Onny.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA