Bank Indonesia fokus pada 6 kebijakan jaga stabilitas ekonomi

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 meningkat dalam kisaran 5,1-5,5 persen

Bank Indonesia fokus pada 6 kebijakan jaga stabilitas ekonomi

Bank Indonesia pada 2020 akan semakin memperkuat enam fokus area kebijakan di tengah kondisi ekonomi global yang belum kondusif.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan fokus kebijakan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas dan mendorong momentum pertumbuhan.

“Fokus pertama adalah kebijakan moneter yang tetap akomodatif, fokus kedua berupa kebijakan makroprudensial yang akomodatif akan ditempuh untuk mendorong pembiayaan ekonomi,” jelas Perry dalam keterangan resmi, Jumat.

Selanjutnya, Perry mengatakan kebijakan ketiga yang dilakukan berupa kebijakan sistem pembayaran yang difokuskan pada penguatan instrumen dan infrastruktur publik berbasis digital.

Perry menjelaskan pada area kebijakan ini Bank Indonesia melakukan lima inisiatif Sistem Pembayaran Indonesia antara lain pengembangan Open Banking, penguatan konfigurasi sistem pembayaran ritel, dan penguatan infrastruktur pasar keuangan.

Kemudian dua inisiatif lainnya berupa pengembangan infrastruktur publik untuk data dan penguatan kerangka kerja pengaturan, perizinan, dan pengawasan.

Selain itu, sebagai dukungan dalam integrasi ekonomi dan keuangan digital secara nasional, Bank Indonesia juga mendiseminasikan arah kebijakan Sistem Pembayaran Indonesia ke depan melalui publikasi buku Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025: Menavigasi Sistem Pembayaran Nasional di Era Digital.

Perry menjelaskan lebih lanjut untuk fokus kebijakan keempat yang dilakukan berupa pendalaman pasar uang diperkuat untuk mendukung efektivitas kebijakan moneter dan makroprudensial yang akomodatif.

Untuk kebijakan kelima berupa pemberdayaan ekonomi syariah dan UMKM yang terus didorong agar menjadi sumber pertumbuhan baru ekonomi Indonesia.

Kebijakan keenam adalah dengan memperkuat sinergi dan fokus pada kebijakan makroekonomi dan sistem keuangan untuk menjaga stabilitas, sinergi transformasi ekonomi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperkuat struktur ekonomi, dan sinergi dalam inovasi digital untuk mendukung integrasi ekonomi dan keuangan digital secara nasional.

Selain itu, Perry meyakini bahwa prospek ekonomi Indonesia 2020 terjaga dengan momentum pertumbuhan yang tetap berlanjut.

“BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 meningkat dalam kisaran 5,1-5,5 persen,” jelas Perry.

Inflasi 2020 tetap terkendali sesuai sasaran 3,0 plus minus 1 persen, defisit transaksi berjalan 2020 di dalam kisaran 2,5-3 persen dari PDB dengan surplus transaksi modal dan finansial tetap besar sehingga mendukung stabilitas eksternal.

Nilai tukar Rupiah pada 2020 diperkirakan bergerak stabil. Pertumbuhan DPK pada 2020 perbankan diperkirakan mencapai 8-10 persen, sementara pertumbuhan kredit diperkirakan mencapai 10-12 persen, sejalan turunnya suku bunga dan membaiknya prospek ekonomi.

“Dalam jangka menengah, prospek ekonomi Indonesia akan semakin baik,” tambah dia.

Perry menjelaskan bahwa transformasi ekonomi akan mendorong pertumbuhan lebih tinggi lagi, dengan defisit transaksi berjalan menurun dan inflasi rendah menuju Indonesia maju berpendapatan tinggi pada 2045.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA