Bank Indonesia dorong sinergi dalam pembangunan infrastruktur

Bank Indonesia menyebutkan tiga tantangan utama Indonesia dalam mempercepat pembangunan infrastruktur

Bank Indonesia dorong sinergi dalam pembangunan infrastruktur

Bank Indonesia mengatakan sinergi antar institusi diperlukan untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Rosmaya Hadi mendukung komitmen pemerintah untuk terus mendorong pembangunan infrastruktur, reformasi struktural dan penguatan kompetensi SDM.

Salah satu bentuk dukungan BI terhadap percepatan pembangunan infrastruktur melalui kegiatan diskusi dan dialog untuk bertukar pikiran dan merumuskan arah, langkah strategis dan prioritas pembangunan infrastruktur daerah ke depan.

“Penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan untuk menjawab tiga tantangan utama yang dihadapi Indonesia dalam mengakselerasi pembangunan infrastruktur,” jelas Rosmaya, di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, tantangan pertama adalah keterbatasan APBN dan APBD dalam menyediakan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur.

“Dalam 5 tahun ke depan, kita memiliki gap pembiayaan sekitar Rp4.000 triliun,” ujar Rosmaya.

Kemudian tantangan kedua terkait dengan implementasi skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang belum sepenuhnya optimal digunakan pada proyek infrastruktur daerah.

“Tantangan ketiga, masih terbatasnya kompetensi Penanggung Jawab Proyek Kerja sama (PJPK) khususnya di daerah terkait penyiapan dokumen proyek, dalam rangka implementasi skema KPBU,” imbuh dia.

Rosmaya mengatakan Bank Indonesia menggelar workshop sebagai rangkaian awal kegiatan Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia (Rakorpusda) yang akan diselenggarakan pada awal Desember 2019 dalam rangka mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

“Diharapkan dengan adanya workshop ini proyek-proyek infrastruktur di berbagai daerah dapat diselesaikan dengan lebih baik dan lebih cepat,” kata Rosmaya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA