Bank Indonesia dan MAS perpanjang kerja sama keuangan bilateral

Perpanjangan kerja sama ini merupakan realisasi kesepakatan awal antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada saat Leaders Retreat, 8 Oktober 2019 di Singapura

Bank Indonesia dan MAS perpanjang kerja sama keuangan bilateral

Bank Indonesia dan Monetary Authority of Singapore (MAS) menyepakati perpanjangan kerja sama keuangan bilateral senilai USD10 miliar untuk periode 1 (satu) tahun ke depan, pada Selasa.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan perpanjangan kerja sama ini merupakan realisasi kesepakatan awal antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong pada saat Leaders Retreat, 8 Oktober 2019 di Singapura.

“Kerja sama yang disepakati pada bulan November 2018 ini memungkinkan kedua bank sentral untuk dapat mengakses likuiditas mata uang asing antara kedua bank sentral jika diperlukan untuk menjaga stabilitas moneter dan pasar keuangan,” ujar Onny dalam keterangan resmi, Selasa.

Kerja sama ini meliputi dua perjanjian, yaitu perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal (Local Currency Bilateral Swap Agreement - LCBSA), yang memungkinkan dilakukannya pertukaran mata uang lokal antara kedua bank sentral dengan total nilai mencapai ekuivalen USD7 miliar (SGD9,5 miliar atau Rp100 triliun)

Kemudian yang kedua adalah perjanjian repo bilateral dalam valuta asing (Bilateral Repo Line - BRL) senilai USD3 miliar yang memungkinkan dilakukannya transaksi repo antara kedua bank sentral untuk mendapatkan likuiditas USD dengan menjaminkan obligasi pemerintah negara G3 (US Treasuries, Japanese Government Bonds, and German Government Bonds).

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA