Bank Dunia prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini hanya 5 persen, lebih rendah dari prediksi pada April lalu yang saat itu diperkirakan sebesar 5,2 persen

Bank Dunia prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat

Bank Dunia kembali merevisi ke bawah prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini dan 2020.

Berdasarkan laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi Oktober, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini hanya 5 persen.

Prediksi ini lebih rendah dari prediksi pada April lalu yang saat itu diperkirakan sebesar 5,2 persen.

Sementara pada tahun 2020 prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1 persen, lebih rendah dari prediksi April lalu yang sebesar 5,3 persen.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia Frederico Gil Sander mengatakan revisi ke bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut mengingat kondisi eksternal yang tidak menguntungkan.

“Meski begitu, ekonomi Indonesia akan pulih secara bertahap menjadi 5,2 persen pada 2021,” jelas Sander, dalam diskusi media di Jakarta, Kamis.

Sander mengatakan konsumsi swasta di Indonesia diperkirakan akan tetap kuat karena inflasi masih rendah dan pasar tenaga kerja yang kuat.

“Posisi fiskal diperkirakan akan membaik dan memungkinkan investasi pemerintah menguat ketika proyek infrastruktur kembali berjalan,” jelas Sander.

Sander menambahkan meskipun investasi melambat, namun pertumbuhannya diperkirakan akan tetap kuat, terutama setelah pemilihan umum dengan berkurangnya ketidakpastian politik dan membaiknya sentimen bisnis karena usulan kebijakan untuk meningkatkan investasi asing langsung.

“Di tengah tantangan eksternal, pertumbuhan ekspor diperkirakan akan lemah, sementara impor juga diperkirakan melemah seiring dengan pertumbuhan investasi yang lebih lambat,” urai dia.

Bank Dunia juga memperkirakan defisit transaksi berjalan akan secara bertahap berkurang dalam waktu dekat dari 2,8 persen PDB pada 2019.

Kemudian berdasarkan garis kemiskinan internasional, tingkat kemiskinan ekstrem atau populasi yang hidup di bawah USD1,9 per hari turun 0,8 persen menjadi 4,9 persen pada 2018, atau hampir 2 juta orang keluar dari kemiskinan ekstrem.

Sander menambahkan kemiskinan ekstrem di Indonesia diperkirakan akan terus turun dalam jangka menengah, tetapi dengan tingkat penurunan yang lebih lambat.

“Tingkat kemiskinan ekstrem diproyeksikan turun menjadi 4,3 persen pada 2019, 3,7 persen pada 2020, dan 3,2 persen pada 2021,” ungkap Sander.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA