Bahan makanan sumbang inflasi terbesar pada November

Kelompok bahan makanan ini mengalami inflasi 0,37 persen dan memberikan andil terhadap inflasi 0,07 persen

Bahan makanan sumbang inflasi terbesar pada November

Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan inflasi pada November yang sebesar 0,14 persen sebagian besar disumbang oleh kelompok bahan makanan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kelompok ini mengalami inflasi 0,37 persen dan memberikan andil terhadap inflasi 0,07 persen.

“Komoditas yang menyumbang inflasi antara lain bawang merah sebesar 0,07 persen, tomat sayur 0,05 persen, daging ayam ras 0,03 persen, telur ayam ras 0,01 persen dan beberapa sayuran dan buah-buahan 0,01 persen,” jelas Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Sementara itu, pada kelompok ini juga terdapat beberapa komoditas yang mengalami deflasi antara lain cabai merah dengan sumbangan deflasi 0,08 persen serta ikan segar dan cabai rawit dengan sumbangan deflasi masing-masing 0,02 persen.

Kemudian pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi 0,25 persen dengan andil terhadap inflasi 0,04 persen.

“Rokok kretek dan rokok filter masing-masing berikan andil inflasi 0,01 persen karena harga rokok di tingkat konsumen mulai naik pelan-pelan untuk antisipasi kenaikan harga rokok pada Januari nanti,” ungkap Suhariyanto.

Selanjutnya, pada kelompok perumahan, air, listrik, dan gas mengalami inflasi 0,12 persen dengan andil terhadap inflasi 0,03 persen.

“Komoditas yang sumbang inflasi adalah tarif kontrak rumah dan sewa rumah masing-masing 0,01 persen,” kata dia.

Kemudian pada kelompok sandang mengalami inflasi 0,03 persen tetapi tidak memberikan andil inflasi pada November ini.

Untuk kelompok kesehatan mengalami inflasi 0,23 persen dengan andil terhadap inflasi November hanya 0,01 persen serta pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga mengalami inflasi 0,02 persen tanpa memberikan andil terhadap inflasi November.

Lebih lanjut, Suhariyanto mengatakan pada kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami deflasi 0,07 persen dengan andil deflasi 0,01 persen akibat adanya penurunan tiket penerbangan di sejumlah daerah survei Indeks Harga Konsumen karena November bukan merupakan peak season liburan.

Suhariyanto menambahkan bila dilihat berdasarkan komponen, inflasi November 2019 dipicu oleh inflasi harga-harga yang bergejolak dengan inflasi 0,42 persen dan memberikan andil inflasi 0,07 persen.

Kemudian inflasi komponen inti sebesar 0,11 persen dan memberikan andil terhadap inflasi November 0,06 persen serta inflasi harga yang diatur pemerintah sebesar 0,03 persen dengan andil 0,01 persen.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA