Bahan makanan dan tarif transportasi penyumbang utama inflasi Mei

Komoditas penyumbang inflasi ialah harga cabai merah yang naik 0,10 persen, daging ayam ras 0,05, persen, bawang putih 0,05 persen, ikan segar 0,04 persen, dan sayuran 0,01 persen

Bahan makanan dan tarif transportasi penyumbang utama inflasi Mei

JAKARTA 

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahan makanan dan tarif transportasi menjadi penyebab utama inflasi pada bulan Mei atau bertepatan dengan bulan Ramadan sebesar 0,68 persen secara bulanan atau month to month (mtm) dan 3,32 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahan makanan pada Mei mengalami inflasi 2,02 persen dengan andil terhadap inflasi 0,43 persen.

Dia menjelaskan komoditas yang dominan memberikan inflasi adalah kenaikan harga cabai merah 0,10 persen, daging ayam ras 0,05, persen, bawang putih 0,05 persen, ikan segar 0,04 persen, dan sayuran 0,01 persen.

“Kenaikan ini wajar karena puasa dan lebaran,” jelas Suhariyanto, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan, pada kelompok ini terdapat komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain bawang merah sebesar 0,04 persen karena terdapat panen raya di Brebes dan Bima sehingga terjadi penurunan harga di 51 kota dari 82 kota yang disurvei.

“Harga beras juga menunjukkan penurunan sehingga menyumbang deflasi 0,02 persen,” tambah dia.

Sementara itu, kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi 0,54 persen dengan andil 0,1 persen.

Suhariyanto menguraikan pada kelompok ini, terjadi inflasi pada tarif angkutan antar kota karena permintaan tinggi sehingga memberikan andil terhadap inflasi 0,04 persen.

Tarif angkutan udara juga masih memberikan andil terhadap inflasi 0,02 persen, begitupun tarif kereta memberikan andil inflasi 0,02 persen.

“Andil inflasi angkutan udara jadi wajar karena kenaikan sudah terjadi dari bulan sebelumnya, namun andil inflasi angkutan udara secara tahunan cukup besar 0,3 persen,” ungkap Suhariyanto.

Dia menjelaskan pada kelompok lainnya yakni makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau mengalami inflasi 0,56 persen dengan andil 0,10 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah nasi dan lauk pauk dengan andil 0,01 persen, rokok kretek filter memberikan andil inflasi 0,01 persen, dan gula pasir dengan sumbangan inflasi 0,01 persen.

Kemudian pada kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi 0,06 persen dengan andil 0,02 persen.

Kelompok sandang mengalami inflasi 0,45 persen dengan andil 0,02 persen. Inflasi pada kelompok ini karena ada kenaikan harga sandang laki-laki dengan andil 0,45 persen, sandang perempuan 0,52 persen, dan sandang anak-anak 0,56 persen.

Inflasi berdasarkan kelompok pengeluaran lainnya adalah kelompok kesehatan 0,18 persen dengan andil 0,01 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,03 persen dengan andil inflasi 0,0 persen.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA