Waw ! Dua Ribu Pasien BPJS Kesehatan Antre di RSHS

Kasubag Humas dan Protokoler Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengaku permintaan pelayanan kesehatan setelah diadakannya Kartu BPJS Kesehatan bertambah. Dia pun menyebut, setiap harinya tak kurang dari dua ribu pasien mengantre. caption id att

Waw ! Dua Ribu Pasien BPJS Kesehatan Antre di RSHS

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Kasubag Humas dan Protokoler Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengaku permintaan pelayanan kesehatan setelah diadakannya Kartu BPJS Kesehatan bertambah. Dia pun menyebut, setiap harinya tak kurang dari dua ribu pasien mengantre. [caption id="attachment_127108" align="aligncenter" width="300"] Kartu BPJS Kesehatan ( foto.JIBI)[/caption] " Memang sulit untuk bisa memfasilitasi semua kebutuhan pasien, maka dari itu pasien harus bisa mengikuti prosedur yang ada. Banyak pasien BPJS yang waiting list. Dengan banyaknya kekurangan, kami berusaha melayani semaksimal mungkin, tapi mau bagaimana, kondisinya seperti itu," ucap Nurul kepada wartawan usai acara diskusi dinamika di Jalan Braga No.3 Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2015). Selain itu, Nurul mengatakan, pasien (BPJS) seharusnya tetap mengikuti prosedur yang ada. Karena tahapan tersebut akan memudahkan pasien dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Alma Lucyati menyebutkan dari 303 rumah sakit yang ada di Jawa Barat baru 209 rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Hal itu yang menjadikan peserta BPJS Kesehatan belum terlayani  secara optimal Selain minimnya kerjasama dengan rumah sakit, menurutnya, BPJS Kesehatan juga masih minim melakukan kerjasama dengan klinik. Tercatat dari total 11.115 klinik, baru dikerjasamakan sebanyak 2.190an klinik. Dia pun menyebut, pihaknya tidak berwenang untuk memaksakan BPJS segera melakukan kerjasama dengan rumah sakit. Namun, kerjasama dengan penyedia pelayanan kesehatan punya arti sangat penting untuk memperluas akses bagi masyarakat. " Kontrak (MoU) saja semuanya biar masyarakat bisa lebih dekat dalam mengakses pelayanan kesehatan. Kesempatan juga akan semakin luas. Jika dibiarkan seperti sekarang, maka akan banyak masyarakat yang sakit dari desa pergi ke kota, " katanya kepada wartawan usai  acara diskusi di Jalan Braga Kota Bandung, Sabtu (9/5/2015). Dia pun mengungkapkan, Pemprov Jabar sendiri berupaya memperluas akses masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan optimal. Rencananya di setiap kabupaten akan ada rumah sakit dengan fasilitas lengkap. "Pemprov Jabar telah membangun enam rumah sakit Regional rujukan yang memiliki fasilitas setara dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin, yakni RS Gunung Jati di Cirebon, RS Karawang, RS Cibabat di Kota Cimahi, RS Al Ikhsan, RS Cibinong di Bogor dan RS Tasikmalaya," ungkapnya. Dia pun mengharapkan, rumah sakit regional rujukan yang tersebar di Jabar mampu mengurangi penumpukan pasien di RSHS. " Kita lakukan penambahan kamar dan fasilitas lainnya di rumah sakit regional itu," katanya. ( Rud / DEN )

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA