Waspada! Peredaran Narkoba Menyasar Anak-anak

Kepala Badan Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengaku sudah mendeteksi modus peredaran Narkoba yang menyasar anak anak di empat kantin sekolah berbeda. Bahkan operasional warung warung tersebut dibiayai oleh bandar Narkoba. Namun, pihaknya enggan meng

Waspada! Peredaran Narkoba Menyasar Anak-anak

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Kepala Badan Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso mengaku sudah mendeteksi modus peredaran Narkoba yang menyasar anak-anak di empat kantin sekolah berbeda. Bahkan operasional warung-warung tersebut dibiayai oleh bandar Narkoba. Namun, pihaknya enggan menginformasikan nama sekolah dan daerah pastinya. Hal itu untuk menjaga nama baik nama baik institusi pendidikan terkait. Budi mengingatkan bahwa modus peredaran narkoba yang menyasar anak sekolah ini sudah terjadi hampir di seluruh wilayah di Tanah Air. Pihaknya pun meminta semua pihak ikut bersama-bersama memerangi Narkoba. Budi sudah berkoordinasi dengan berbagai unsur, mulai dari institusi pendidikan , BBPOM, hingga para orangtua. "Mengawasi peredaran Narkoba yang dimasukan ke dalam makanan atau minuman anak sekolah ini harus dilakukan bersama-sama," tegas Budi usai memberikan kuliah umum di hadapan ratusan Praja IPDN, di Kampus IPDN, Jatinangor , Kabupaten  Sumedang, Jumat (16/12/2016). Lebih lanjut dia mengatakan bahwa peredaran Narkoba itupun diperburuk oleh keterlibatan aparatur negara. Menurut dia, oknum yang paling parah terdapat di lembaga pemasyarakatan yang dihuni para terpidana Narkoba. "Ada keterlibatan, sampai hari ini masih ada, dan datanya ada," ungkap dia. Bahkan, menurutnya, 50 peredaran Narkoba di Tanah Air ini bisa terjadi akibat keterlibatan oknum di lapas. Dia menyontohkan, oknum sipir di Sidoarjo dan Kalimantan yang terbukti memfasilitasi terpidana bandar Narkoba untuk mengatur bisnis terlarangnya itu. Mereka memfasilitasi alat komunikasi kepada para napi tersebut. "Pelaku-pelaku, bandar-bandar narkotika yang sudah (divonis) hukum mati di lapas-lapas, kemudian mereka tetap operasi. Ini kan berarti mereka tetap mendapat fasilitas-fasilitas dari oknum di lapas. Padahal di lapas tidak boleh ada komunikasi di antara mereka," paparnya. Pihaknya berkomitmen untuk terus membersihkan jaringan-jaringan peredaran Narkoba yang melibatkan oknum aparatur negara. Budi meminta setiap pimpinan instansi negara turut berkomitmen dalam menertibkan anggotanya agar tidak terlibat dalam bisnis tersebut. "Kita harus membangun komitmen dari seluruh aparatur negara. Kalau ini bisa ditertibkan, semua akan berjalan baik," jelas dia. "Tahun depan (2017), saya akan melakukan tindakan massif. Bila perlu saya akan lakukan penyerbuan. Jika sudah ada bukti, fakta, kita akan lakukan itu," tegasnya. Pada kuliah umum itu, Budi pun berpesan agar para Praja senantiasa terjaga dari barang haram itu. Sebagai calon aparatur negara, mereka harus mampu menjaga setiap jengkal wilayah tempatnya bertugas dari serbuan Narkoba. Apalagi peredaran Narkoba ini banyak terjadi di wilayah terkecil, seperti RW dan kelurahan. "Maka mereka dengan pemahamannya, akan bekerja untuk menyosialisasikan dan membuat penangkalan dini Narkoba di wilayah-wilayah, dengan bersinergi dengan kepolisian dan TNI," katanya. (LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA