Wali Kota akan Ikut Uji Petik, PD Kebersihan Targetkan Kenaikan Pendapatan

Pendataan ulang wajib bayar retribusi sampah di kawasan komersial dilakukan untuk mengejar target pendapatan di tahun 2017 mendatang. Pelaksanaan penertiban dan uji petik pun akan diikuti oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Saat ini kami sudah mendat

Wali Kota akan Ikut Uji Petik, PD Kebersihan Targetkan Kenaikan Pendapatan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Pendataan ulang wajib bayar retribusi sampah di kawasan komersial dilakukan untuk mengejar target pendapatan di tahun 2017 mendatang. Pelaksanaan penertiban dan uji petik pun akan diikuti oleh Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. "Saat ini kami sudah mendata ada sekitar 20 'pemain' dalam pengelolaan sampah di kawasan komersial ini. Nanti kita libatkan Pak Wali saat melakukan sidak dan uji petik ke kawasan komersil," ujar Kepala Seksi Penagihan Komersial‎ dan Nonkomersial Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung, Joko Endang Slamet saat ditemui di Kantor PD Kebersihan Kota Bandung, Jalan Suci Kota Bandung, Jumat (22/7/2016). Dari pendataan yang sudah dilakukan, ada sekitar 8.800 wajib bayar di kawasan komersial mulai dari pusat perbelanjaan/mall, hotel hingga rumah sakit yang diketahui pengelolaan sampahnya dilakukan pihak ketiga. Pada tahap pertama, pihaknya akan melakukan sidak dan uji petik terhadap sekitar 680 wajib bayar, lalu di tahap kedua sebanyak 1.100 wajib bayar, dan sisanya akan dilakukan di tahap ketiga. Dengan pelaksanaan uji petik tersebut, bisa diketahui angka volume sampah yang sebenarnya di setiap kawasan komersial. Dengan demikian, retribusi sampah yang harus dibayarkan setiap lokasi pun bisa diketahui. "Kita targetkan pendataan sekaligus uji petik ini bisa selesai di tahun ini sehingga bisa meningkatkan pendapatan PD Kebersihan dari retribusi sampah ini. Di tahun 2015, pendapatan PD Kebersihan mencapai Rp15 milyar, kemudian di tahun 2016 ini baru mencapai Rp24 milyar, dan di tahun 2017 ditargetkan bisa mencapai Rp60 milyar," tuturnya. Pada pelaksanaan sidak dan uji petik tersebut, lanjutnya, pihak PD Kebersihan akan berhubungan langsung dengan pihak pengelola kawasan komersial. PD Kebersihan tidak akan berhubungan dengan pihak ketiga yang mengelola sampah di kawasan komersial tersebut. Selain itu, saat pelaksanaan uji petik, tidak boleh ada pemilahan sampah yang dilakukan pengelola kawasan komersial sehingga bisa diketahui jumlah riil timbunan sampah setiap harinya. "Kita terus lakukan evaluasi internal karena di satu sisi kita pun harus maksimalkan pelayanan. Tapi di sisi lain, beberapa pihak tetap enjoy dengan pihak ketiga agar bisa membayar retribusi sampah dengan murah. Kita akan tegakan aturan dan pengelola kawasan bisnis pun tidak hanya menikmati ekonomi Bandung tanpa mengikuti aturan," tegasnya. (Ageng/Yun)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA