Wakca Balaka Minta Seleksi Komisioner KIP Jabar Transparan

Tim seleksi komisioner Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jabar mengumumkan calon komisioner yang lolos seleksi administrasi, Kamis (22 12 1016). Ada sebanyak 63 orang yang lolos administratif dan berhak mengikuti tes tertulis pada tanggal 19 Januari 2017

Wakca Balaka Minta Seleksi Komisioner KIP Jabar Transparan

  BANDUNG,FOKUSJabar.com: Tim seleksi komisioner Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jabar mengumumkan calon komisioner yang lolos seleksi administrasi, Kamis (22/12/1016). Ada sebanyak 63 orang yang lolos administratif dan berhak mengikuti tes tertulis pada tanggal 19 Januari 2017 mendatang. Setelah pengumuman ini, masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keterbukaan informasi publik diharapkan lebih berperan aktif melakukan pengawasan terhadap proses seleksi. Koordinator Wakca Balaka Arip Yogiawan mengatakan, mulai hari ini hingga proses seleksi berakhir nanti Wakca Balaka berkomitmen untuk mengawal proses seleksi komisioner KIP Provinsi Jawa Barat. Hal itu penting agar proses pengawalan bisa berjalan efektif, Wakca Balaka meminta agar tim seleksi (timsel) lebih terbuka dalam memberikan berbagai informasi yang terkait dengan proses seleksi. Arip menilai bahwa transparansi pada proses pengumuman masih kurang informatif, dia mencontohkan pengumuman yang tidak mencantumkan informasi terkait latar belakang peserta. Menurut dia, informasi semacam itu hanya berguna bagi para pelamar calon komisioner . Sedangkan publik yang perlu mengetahui rekam jejak para calon sama sekali tidak mendapatkan pencerahan. "Bila keterbatasan tempat di media massa menjadi alasan tidak tercantumkannya informasi itu. Seharusnya timsel memberi tahun tempat rujukan bagi masyarakat untuk mengakses informasi lebih lengkap, seperti website dan sejenisnya. Wakca Balaka pun sudah berusaha untuk mencari informasi mengenai latar belakang dari masing-masing calon dengan membuka //jabarprov.go.id/seleksikip/. "Namun pada laman yang resmi dibuat untuk proses seleksi ini tidak terdapat informasi mengenai latar belakang calon komisioner. Keterbatasan informasi ini tentunya akan menyulitkan masyarakat untuk mencari informasi lebih lanjut terhadap para calon komisioner," katanya. Berdasarkan pedoman pelaksanaan seleksi komisioner KIP yang dibuat oleh Komisi Informasi Pusat, masih ada beberapa tahapan yang harus ditempuh oleh calon komisioner. Selepas pengumuman nama-nama yang lolos tes administrasi, peserta harus mengikuti tes tertulis, wawancara dengan tim seleksi dan uji kepatutan dan kelayakan bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. "Wakca Balaka berharap berbagai proses seleksi itu bisa berjalan dengan lebih transparan. Misalnya, hasil tes dapat diakses oleh publik dan juga proses wawancara dan uji publik yang dapat disaksikan oleh publik," kata dia. Transparansi dalam berbagai tahapan seleksi diharapkan akan menghasilkan komisioner yang memang berpihak pada pemenuhan hak publik untuk tahu. Selain itu, akan sangat ironis bila proses pemilihan calon komisioner yang merupakan garda depan keterbukaan informasi berjalan tertutup. (LIN)  

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA