Tersangka Pemalsuan Kartu Peserta BPJS Kemungkinan Bertambah

Pengembangan kasus pemalsuan kartu peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Bandung Barat terus bergulir. Saat ini, penyidik telah menetapkan tiga tersangka, dua di antaranya diamankan di Polres Cimahi dan satu tersangka lai

Tersangka Pemalsuan Kartu Peserta BPJS Kemungkinan Bertambah

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Pengembangan kasus pemalsuan kartu peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Bandung Barat terus bergulir. Saat ini, penyidik telah menetapkan tiga tersangka, dua di antaranya diamankan di Polres Cimahi dan satu tersangka lainnya di Polres Bandung. Kepala Bidang (Kabid) Humas  Polda Jawa Barat Kombes Pol Yusri Yunus menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti menyelidiki kasus pemalsuan tersebut. "Masih terus didalami. Tidak berhenti di sini meski sudah ada tersangka. Jadi masih ada kemungkinan adanya tersangka lain," kata Yusri di Bandung, Sabtu (30/7/2016). Adapun tersangka yang diamankan di Polres Cimahi, yakni AS dan US, keduanya terbukti melakukan pemalsuan dan penipuan kepada warga KBB yang ingin memiliki asuransi kesehatan pemerintah itu. Sedangkan yang ditahan di Polres Bandung, yakni DS. Polisi menemukan adanya pemalsuan di Kabupaten Bandung terkait kartu BPJS Kesehatan itu. "Ini memang ada keterlibatan antara tersangka yang di KBB dan Kabupaten Bandung," ungkap dia. Adapun barang bukti yang diamankan, seperti  kartu BPJS palsu, Kartu Indonesia Sehat serta data dokumen pembuatan BPJS Kesehatan. barang bukti itu didapat setelah menggeledah sekretariat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Rumah Peduli Dhuafa (RPD) di Kota Cimahi. Pihaknya sudah bekerjasama dengan Kesbangpol Linmas untuk menelusuri lembaga sosial yang ada di Jalan Sangkuriang Kota Cimahi itu. "Kita sudah bekerjasama dengan Kesbangpol karena itu memang bukan wewenang kita (soal Yayasan RDP). Yang kita dalami tersangkanya ini, karena memang dilakukan perseorangan bukan atas nama lembaga," pungkasnya. (Adi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA