Terpidana Kasus BPJS Subang Siap Ungkap Keterkaitan Bupati Ojang

Terpidana kasus korupsi dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Subang Jajang Abdul Kholik mengaku, dirinya siap membantu KPK menuntaskan seluk beluk kasus suap Bupati Subang Ojang Suhandi. Penasehat Hukum Jajang, Edi Syapran

Terpidana Kasus BPJS Subang Siap Ungkap Keterkaitan Bupati Ojang

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Terpidana kasus korupsi dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Subang Jajang Abdul Kholik mengaku, dirinya siap membantu KPK menuntaskan seluk beluk kasus suap Bupati Subang Ojang Suhandi. Penasehat Hukum Jajang, Edi Syapran menjelaskan bahwa pihaknya tidak terlalu memusingkan putusan majelis hakim Tipikor yang menjatuhkan pidana 4 tahun penjara. "Dia sudah menyadari apa yang telah diperbuatnya selama ini. Dan lebih fokus menghadapi persoalan baru yang diusut oleh KPK (kasus suap Bupati Ojang)," kata Edy, Kamis (12/5/2016). Menurut dia, putusan majelis hakim sudah sesuai dengan fakta di persidangan. Edy menegaskan, Jajang siap membeberkan seluk beluk penggunaan dan aliran dana jaminan kesehatan tahun anggaran 2014 mencapai Rp4,7 milyar itu. "Pak Jajang siap (membeberkan)," tegasnya. Untuk diketahui, Bupati Subang Ojang Suhandi ditetapkan sebagai setelah operasi tangkap tangan KPK, Senin (11/4) lalu dengan menangkap Jaksa Kejati Jabar Deviyanti Rochaeni di ruang kerjanya dan Fahri Nurmalo. Ojang diduga memberikan uang senilai Rp528 juta untuk jaksa melalui Lenih Marliani dengan tujuan agar namanya tidak diungkap dalam kasus korupsi yang menjerat Mantan Kabid Pelayanan Kesehatan Jajang Abdul Kholik dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Budi Subiantoro yang divonis masing masing 4 tahun penjara denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. (Adi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA