Tergantung Kelas, Pasien BPJS Diperlakukan Berbeda

Lagi lagi permasalahan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) membayangi pasien. Kali ini menimpa, orangtua dari Rahmat (35 tahun), warga Cikutra, Kota Bandung, Senin (30 11 2015). Dia berujar, ada hal yang mengganjal dalam penyelenggaraan jaminan so

Tergantung Kelas, Pasien BPJS Diperlakukan Berbeda

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Lagi-lagi permasalahan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) membayangi pasien. Kali ini menimpa, orangtua dari Rahmat (35 tahun), warga Cikutra, Kota Bandung, Senin (30/11/2015). Dia berujar, ada hal yang mengganjal dalam penyelenggaraan jaminan sosial itu di Rumah Sakit Santo Yusup, Jalan Cikutra. "Orang tua saya kan pengguna BPJS kelas dua karena PNS dan sudah empat kali melakukan pengobatan di Rumah Sakit Santo Yusuf. Awalnya, tidak ada masalah sama sekali. Tapi, sekarang yang ke-empat sangat luar biasa yaitu adanya pembedaan kelas 1, 2, dan 3," tutur Rahmat kepada PRFM, Senin (30/11/2015). Tak hanya itu, kata Rahmat, ruangan BPJS kini seperti Unit Gawat Darurat (UGD) penuhnya ditambah perbedaan paling mencolok ada ruangan terpisah antara satu kelas dengan yang lain. "Khusus kelas 1 itu ada ruangan toilet dengan disertai toilet duduk. Sedangkan kelas 2 dan 3 itu ya jongkok. Terus, ruangannya pun ada tulisannya kelas 1 tapi kelas 2 dan 3 dijadikan satu. Bahkan, ada penamaan ruangan khusus untuk pasien BPJS di rumah sakit yaitu ruang kosmas," paparnya kembali. Rahmat pun berharap adanya perubahan dari sikap yang dilakukan oleh Rumah Sakit Santo Yusuf. "Saya sudah tanyakan ke BPJS dan memang hanya rumah sakit ini yang aneh tapi dibiarkan. Memangnya ada dasar hukum yang boleh membeda-bedakan pasien maka saya harapkan adanya perubahan sikap atau sebelumnya bisa diberikan teguran bagi mereka," tukasnya. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA