Tarif Surat Bermotor Naik, Kebijakan Ekonomi Membaik

Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari mengimbau masyarakat agar tidak risih dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang menaikan tarif penerbitan surat kendaraan. Sebaliknya, kebijakan itu harus tetap didukung penuh dan tertib bagi pemilik ke

Tarif Surat Bermotor Naik, Kebijakan Ekonomi Membaik

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari mengimbau masyarakat agar tidak risih dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang menaikan tarif penerbitan surat kendaraan. Sebaliknya, kebijakan itu harus tetap didukung penuh dan tertib bagi pemilik kendaraan. "Tetap disiplin, memang ini membantu kondisi ekonomi Indonesia. Ini menandakan kebijakan ekonomi pemerintah berjalan baik," kata Ineu di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Rabu (4/1/2016). Menurut dia, hadiah awal tahun ini harus dipahami sebagai program untuk memaksimalkan pembangunan bagi kepentingan masyarakat. Terlebih di tengah kondisi perekonomian yang dipengaruhi ekonomi global. "Kebijakan atau hadiah awal tahun ini justru menyelamatkan ekonomi bangsa yang tentunya akan dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat. Kalau STNK kembali ke pajak, itu sepenuhnya dikembalikan untuk kepentingan masyarakat," katanya. Kontribusi Jawa Barat dalam meningkatkan perekonomian melalui admisitrasi kendaraan berdampak positif. Mulai dari gratis denda pajak tahunan hingga bebas bea balik nama, melampaui target. "Kita punya samsat gendong, itu ternyata cukup tinggi, bahkan over target. Inovasi ini terus dilakukan. Pendapatan nantinya juga untuk pembangunan di Jawa Barat," kata dia. Pemerintah menerbitkan PP No 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), 6 Desember 2016 lalu. Peraturan pengganti PP No 50 Tahun 2010 itu mulai berlaku pada 6 Januari 2017. Dalam PP 60/2016 tersebut, pemerintah menaikkan tarif pengurusan surat-surat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Tarif yang dinaikkan, yakni penerbitan dan pengesahan STNK, penerbitan BPKB dan penerbitan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB). Kenaikan tarif itu bervariasi mulai dari 100 persen hingga 300 persen. Pembuatan STNK baru untuk kendaraan roda dua misalnya, semula Rp50 ribu naik menjadi Rp100 ribu atau naik 100 persen. Kemudian pembuatan STNK baru kendaraan roda empat, semula Rp50 ribu menjadi Rp200 ribu atau naik 300 persen. (Adi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA