Tangkuban Parahu Masih Malu-malu,Yeuh!

Sejak 21 Februari lalu, status Gunung Tangkuban Parahu masih waspada. Bahkan gunung yang terkenal dengan kawah Ratunya itu masih terus mengeluarkan energi tinggi dan memuntahkan abu vulkanik lengkap dengan materialnya. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitig

Tangkuban Parahu Masih Malu-malu,Yeuh!

Oleh: Solihin BANDUNG,FOKUSJabar.com: Sejak 21 Februari lalu, status Gunung Tangkuban Parahu masih waspada. Bahkan gunung yang terkenal dengan kawah Ratunya itu masih terus mengeluarkan energi tinggi dan memuntahkan abu vulkanik lengkap dengan materialnya. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Badan Geologi (PVMBG) Surono menuturkan bahwa semburan tersebut, terjadi karena adanya aktivitas dangkal dengan kedalaman 1.000 meter. Aktivitas dangkal itu bisa menghasilkan semburan material gunung mencapai 50 meter. Kendati begitu, Surono memprediksi letusan tersebut terjadi dalam tiga hari ini. Sebelumnya, yakni pada 21 dan 26 Februari, sempat memuntahkan semburan abu dari kawah ratu, bedanya saat ini lebih besar. "Kemarin lusa sekitar pukul 17.43 WIB sempat terjadi letusan dan mengeluarka material, begitu pun kemarin terjadi dua kali. Kemudian tadi pagi ada 3 vulkanik dalam dan letusan pada pukul 05.59 WIB hingga pukul 06.08 WIB," jelas Mbah Rono, Rabu (6/3). Adapun letusan yang masih terjadi dan lebih besar, itu karena tremor yang terjadi dari hari ke hari terus meningkat, sehingga melepaskan material. "Walau begitu, Tangkuban Parahu masih malu-malu," terangnya. Untuk diketahui, Gunung Tangkuban Parahu, hanya meletus sekali di pagi hari dan sekali di sore hari (petang), atau saat warga tak beraktivitas. Akibat letusan yang terjadi 3 hari ke belakang ini, selain menyisakan abu yang membumbung tinggi dan menyelimuti sekitar bibir kawah serta tempat rekreasi, juga menimbulkan lubang baru (solfatara). "Abunya diperkirakan berukuran 3 mm. Diameternya bisa mencapai 20 meter," pungkasnya.(**)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA