Tak hanya Jumlah, Kualitas Kekerasan Pada Anak Turut Meningkat

Permasalahan kekerasan terhadap anak dinilai lebih meningkat bukan hanya jumlahnya, tetapi juga dilihat dari segi kualitas. Salah satu penyebabnya yaitu didominasi oleh perceraian orang tua. Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Lentera Anak Indonesia, H

Tak hanya Jumlah, Kualitas Kekerasan Pada Anak Turut Meningkat

BANDUNG, FOKUSJabar.com: Permasalahan kekerasan terhadap anak dinilai lebih meningkat bukan hanya jumlahnya, tetapi juga dilihat dari segi kualitas. Salah satu penyebabnya yaitu didominasi oleh perceraian orang tua. Demikian dikatakan Direktur Eksekutif Lentera Anak Indonesia, Herry Chariansyah. Menurut Herry, negara sudah berusaha untuk membentuk institusi, regulasi, dan solusi lainnya. Namun pada akhirnya, beberapa kasus menunjukan bahwa pelaku utama kekerasan berasal dari keluarga. "Bisa kita lihat, kekerasan terhadap anak terus meningkat. Tidak hanya jumlah tapi juga kwalitas. Jadi, sebenarnya sistem perlindungan anak tidak hanya membutuhkan regulasi, tapi juga butuh dukungan dari stakeholder lain. Sehingga pada akhirnya hak anak bisa dipenuhi secara utuh, oleh masyarakat, orang tua, dan pemerintah," papar Herry kepada PRFM, Kamis, (23/7/2015). Konteks perilaku sosial keluarga pun dinilai sangat berpengaruh terhadap psikologis anak. Banyak hal-hal berbahaya yang dianggap biasa dilakukan di depan anak-anak oleh kebanyakan orang tua. Seperti merokok di dalam rumah, bertengkar di depan anak-anak, dan pemukulan terhadap anak. Herry menambahkan, saat ini masalah latar belakang pendidikan orang tua bukan saja menjadi masalah utama. Sebab, banyak kekerasan terhadap anak yang terjadi pada latar belakang keluarga yang berpendidikan tinggi. Begitu pula dengan sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang ramah bagi anak-anak. "Pada akhirnya, program kerja pemerintah harus didorongkan dalam upaya menyiapkan masyarakat yang juga paham dalam upaya perlindungan anak," tukasnya. (Vetra)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA