Tahun 90 an dan Manial Darkness II Habis

Setelah sejumlah festival diikuti dengan genre musik mengikuti even festival, Manial akhirnya memutuskan untuk konsisten pada satu genre. Sejak saat itu, meski kurang jelas, sekira tahun 1999 Manial memutuskan membawakan lagu lagu ciptaan sendiri dengan

Tahun 90 an dan Manial Darkness II Habis

Oleh: Solihin BANDUNGFOKUSJabar.com: Setelah sejumlah festival diikuti dengan genre musik mengikuti even festival, Manial akhirnya memutuskan untuk konsisten pada satu genre. Sejak saat itu, meski kurang jelas, sekira tahun 1999 Manial memutuskan membawakan lagu-lagu ciptaan sendiri dengan genre Gothic dan Black metal. [caption id="attachment_27268" align="aligncenter" width="460"] Sampul Mini Album Manial Darkness (Foto: Solihin)[/caption] Seiring berjalannya waktu, Manial pun menambah vokal wanita, terlebih gothic di Indonesia identik dua vokalis. Meski bertambah armada, formasi tetap sama hanya saja ada pergeseran posisi, di mana Olin di vokal 1 plus Keyboard dan Siska vokal 2, Tole sebagai lead gitar, Unyil gitar, Mundil drum dan Empri bass. Dengan formasi tersebut, Manial mulai ditawari sebuah label lokal yang hanya menawarkan royalti dari setiap penjualan album (saat itu masih bentuk kepingan kaset pita).   "Saya pikir tidak cukup hanya dari panggung ke panggung. Akhirnya kami mengambil tawaran itu," ungkap Bokrun. Selang satu bulan mini album (EP) Manial jadi dan mulai diedarkan di Kota Bandung bahkan Jabar. EP yang hanya berisi lima buah lagu, seperti, Siksa Kubur, Tragedi, Kehilangan Hati, Renungan dan Manial itu habis terjual sekitar 1000 keping hanya dalam waktu singkat dan tersebar di luar Jabar. Namun entah bagaimana ceritanya, kepingan kaset yang laku terjual itu tak pernah ada kabar berita hingga saat ini. Padahal informasi yang beredar, lagu-lagu Manial masih terdengar di luar sana. Tapi apapun itu Manial memilih tetap berkarya tanpa mempersoalkan hal tersebut. Sekitar tahun 2003 Manial kembali membuat mini album dengan genre berbeda, kali ini Manial mewarnai jenis musiknya dengan beberapa sentuhan lain dari dua personilnya yang baru, yakni Epi Sukman (drumer) dari Castle dan Sarah (gitar) dari Virgin Oi. Namun formasi itu pun kandas di tengah perjalanan dan memilih bubar. "Mini albumnya belum beres, tinggal ngisi keyboard, vokal dan finishing, dan kami memilih istirahat," kenang Olin kepada Fokusjabar.com. Akhirnya, pada pertengahan tahun 2010, Olin, Tole dan Qidil pemain bass cadangan di Manial kembali mengaktifkan band tersebut dengan merekrut personil lama yang masih mau bergabung. Hanya Siska dan Mundil yang mau bergabung dan kembali melanjutkan mini album yang sempat terhenti. Belum sampai rencana tersebut terealisasi, Siska dikabarkan meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. " Kabar  itu saya dapat pas saya berada di Jakarta. Kami pun memutuskan tidak melanjutkan band dan memilih bubar sampai saat ini. Paling tinggal saya sama Tole masih sering komunikasi dan kadang ngeband sekedar hiburan saja," terangnya. Untuk diketahui, meski sudah bubar, nama dan lagu-lagu Manial Darkness masih tersebar disejumlah situs, seperti //www.indometalgoth.com, //finsternis1945.blogspot.com, //ritualformajesty.blogspot.com dan banyak lagi untuk bisa mengunduhnya. "Tapi bukan kami yang mengunduhnya. Namun kami tetap apresiasi mereka yang mengunduhnya dan sangat berterima kasih," pungkasnya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA