Tahun 90 an dan Manial Darkness

Era 90 hingga awal tahun 2000 hari Minggu di Kota Bandung tak pernah sepi dari acara acara musik, mulai dari Parade, musik komunitas hingga Festival. Tak heran jika di tahun itu banyak bermunculan musisi musisi cadas Kota Bandung yang tak kalah hebat de

Tahun 90 an dan Manial Darkness

Oleh: Solihin BANDUNG,FOKUSJabar.com: Era 90 hingga awal tahun 2000 hari Minggu di Kota Bandung tak pernah sepi dari acara-acara musik, mulai dari Parade, musik komunitas hingga Festival. Tak heran jika di tahun itu banyak bermunculan musisi-musisi cadas Kota Bandung yang tak kalah hebat denga band papan atas lainnya. Seiring waktu berjalan, selain penikmat musik, muncul pula band-band dengan aliran musik berbeda dari biasanya, seperti gothic, black metal, death metal, hingga komunitas band bealiran ekstrim. Di sekitar tahun itu pun band cadas bernama, Hell God, Mortality, Crusade, Dajal, Army Darkness, Manial Darkness, Restless, Geboren dan masih banyak lagi band-band cadas eksis. Kendati begitu kemunculan banyak band tersebut  tersalurkan dengan banyaknya acara komunitas yang diselenggarakan serta bermunculannya label yang mampu memasarkan karya-karya band tersebut baik diseputaran Bandung, Bandung Raya hingga luar Jawa Barat. [caption id="attachment_27258" align="aligncenter" width="460"] Manial Darkness di Panggung ke Sepuluh (Foto: Solihin)[/caption] Adalah Manial Darkness, salah satu band yang muncul di era tersebut. Manial berdiri sekitar tahun  1997 di Gang Muncang Cigondewah Rahayu, dengan formasi, Mundil sebagai drum, Unyil lead, Tole Gitar, Empri bass, Herdiyan Vokal 1 dan Olin Vokal 2. Seluruh armada band ini berdomisili sama bahkan cenderung bertetangga. Faktor kedekatan itulah yang akhirnya membuat Olin berpikir untuk membuat sebuah band untuk mengisi panggung hiburan setiap bulan Agustus atau peringatan 28 Oktober (Sumpah Pemuda). Hingga suatu malam Olin dan kawan-kawan tidak sengaja berkumpul di tempat biasa nongkrong, dan begitu saja kesepakatan membuat sebuah band langsung tercapai. "Saat itu band kita beri nama Pasker. Itu singkatan dari Pasukan Keramat, karena tempat nongkrong kami waktu itu adalah kuburan," kenang Bokrun, Sabtu (16/2). Band dengan nama Pasker hanya bertahan sampai acara parade peringatan 17 Agustus di kawasan Tegalega Bandung , karena sejumlah alasan Herdiyan memilih mundur dan bergabung dengan band lain yang lebih cadas. Hingga akhirnya Bokrun dan kawan-kawan tetap bertahan dengan nama band yang anyar, yakni Manial Darkness. Nama Manial sendiri tidak memiliki arti apa-apa. Nama tersebut hanya sebagai singkatan dari 'Manusia Normal' yang dinilai bisa melakukan kreasi apapun termasuk dalam bermain musik. Berbekal semangat itu, Manial mulai sering menampakan diri di berbagai even lintas genre musik, mulai festival rock mayoritas, hingga festival musik komunitas, seperti Ghotic, Black Metal, Death Metal dan festival musik cadas lainnya di Kota Bandung dan sekitarnya. "Ya, kami tidak memikirkan aliran apa yang dibawakan, yang jelas kami bisa tampil dulu disemua panggung. Kami bahkan pernah membawakan lagu rock buatan sendiri ditengahnya diselingi nyanyian khas kuburan. (orang menyebutnya Scream). Saya saja nggak nyangka kalau gara-gara pembeda itu, kita masuk 20 besar se Jawa Bali," jelasnya.

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA