Survei Kandidat Kepemimpinan Jabar Belum Tentu Jadi Patokan

Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Barat Radhar Tri Baskoro menilai, hasil survei preferensi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018 tidak bisa menjadi patokan utama publik dalam merubah sikap politik. seperti diketahui, Indonesia Strategic Instit

Survei Kandidat Kepemimpinan Jabar Belum Tentu Jadi Patokan

BANDUNG, FOKUSJabar.com : Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Barat Radhar Tri Baskoro menilai, hasil survei preferensi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018 tidak bisa menjadi patokan utama publik dalam merubah sikap politik. seperti diketahui, Indonesia Strategic Institute (Instrat) merilis survei bahwa ketidakpuasan masyarakat Jabar terhadap kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Ahmad Heryawan dan Deddy Mizwar berada pada sektor peningkatan kesejahteraan mencapai 64,3 persen, kebutuhan pokok 61,3 persen dan lapangan kerja 56,6 persen. "Hasil yang seperti ini akan berpengaruh terhadap perubahan nggak?. Penelitian tadi, kelihatannya sampai saat ini belum realize, karena waktu (menuju 2018) cukup panjang," terang Radhar pada Diskusi Publik 'Masa Depan Panggung Kepemimpinan Jawa Barat' di Bandung, Senin (17/1/2017). Tidak hanya tingkat kepuasan, adanya survei popularitas bakal calon Gubernur Jabar 2018 pun belum 100 persen menjadi patokan masyarakat maupun partai dalam mengusung calon yang tepat. Adapin preferensi calon Gubernur pada 2018, yakni  Deddy Mizwar dengan tingkat popularitas 94 persen, Dede Yusuf 89,7 persen dan Desy Ratnasari 86,9 persen. Sedangkan untuk kategori Top of Mind memunculkan beberapa nama, yakni Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Ketua DPD Partai Golkar DPD Jawa Barat Dedi Mulyadi. "2018 momen sangat menentukan, sulit sekali diduga, yang muncul sekarang ini bisa berbeda. Seperti Jakarta tiba - tiba muncul Agus," tambahnya. Bahkan, dengan konstalasi politik Nasional antara kubu Jokowi dan Prabowo jadi penentu perubahan situasi politik di Jawa Barat untuk Pilgub Jabar 2018. "Semua calon sekarang bisa memperkuat postur. Situasi politik sangat menentukan, ada dua kemungkinan, apakah akan bergerak terus di dua kubu? atau kutub ini akan mencair?," jelasnya. (Adi/LIN)

TAMBAHKAN KOMENTAR
BERITA BERIKUTNYA